Langkat (Humas) – Siswa kelas V-B MIN 9 Langkat melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS yang sangat menarik pada Rabu, 14 Januari 2026. Mereka berkumpul di dalam ruang kelas untuk mempraktikkan teori tentang sistem pernapasan manusia secara langsung. Di bawah bimbingan guru kelas V-B, Fachrul Rozie, para siswa diajak untuk berkreasi membuat alat peraga. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah suasana belajar menjadi lebih interaktif dan tidak membosankan. Seluruh siswa tampak antusias menyiapkan segala perlengkapan yang telah diinstruksikan sebelumnya.
Persiapan bahan dilakukan secara teliti agar model yang dihasilkan dapat berfungsi dengan maksimal. Bahan-bahan yang digunakan meliputi botol air mineral plastik bekas, plastisin, balon, dan sedotan plastik. Selain itu, siswa juga menyediakan karet gelang, gunting, pisau cutter, serta selotip untuk merangkai komponen. Penggunaan botol bekas ini sekaligus menjadi upaya sekolah dalam mengajarkan konsep daur ulang kepada siswa. Fachrul Rozie memastikan semua bahan yang dibawa siswa sudah sesuai dengan standar keamanan praktik.
Tujuan utama dari pembelajaran ini adalah agar siswa dapat menjelaskan proses pernapasan manusia dengan benar. Melalui model sederhana tersebut, siswa diharapkan mampu memahami mekanisme masuk dan keluarnya udara. Fachrul Rozie menjelaskan bahwa visualisasi sangat penting untuk memperkuat daya ingat para peserta didik. Siswa tidak hanya menghafal nama organ, tetapi juga melihat simulasi cara kerja paru-paru secara nyata. Hal ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas literasi sains di MIN 9 Langkat.
Proses pengerjaan tugas ini dilakukan secara berkelompok untuk membangun semangat kerja sama tim. Setiap kelompok terdiri dari beberapa siswa yang memiliki peran berbeda dalam merakit model tersebut. Pembagian tugas ini melatih kepemimpinan dan rasa tanggung jawab di antara sesama anggota kelompok. Mereka terlihat saling berdiskusi dan membantu saat menemukan kesulitan dalam memotong atau merekatkan bahan. Fachrul Rozie terus memantau setiap meja untuk memberikan arahan teknis kepada para siswa.
Langkah pertama dimulai dengan memotong bagian bawah botol plastik menggunakan pisau cutter secara hati-hati. Sedotan yang diumpamakan sebagai tenggorokan dimasukkan ke dalam lubang tutup botol dan diperkuat dengan plastisin. Dua buah balon kemudian diikatkan pada ujung sedotan sebagai representasi dari paru-paru kiri dan kanan. Bagian bawah botol ditutup rapat dengan lembaran balon yang elastis agar kedap udara dari luar. Seluruh sambungan direkatkan menggunakan selotip untuk memastikan tidak ada kebocoran udara saat simulasi dilakukan.
Setelah model selesai dirakit, setiap kelompok mulai melakukan uji coba untuk melihat mekanisme pernapasannya. Saat balon di bagian bawah botol ditarik ke bawah, balon di dalam botol akan mengembang secara perlahan. Hal ini menunjukkan proses inspirasi di mana paru-paru terisi udara saat diafragma berkontraksi. Sebaliknya, saat balon bawah dilepaskan, balon di dalam akan mengempis untuk menunjukkan proses ekspirasi. Fenomena sains yang sederhana namun nyata ini membuat suasana kelas menjadi sangat riuh oleh kekaguman.
Salah satu siswa mengungkapkan rasa senangnya karena berhasil membuat model tersebut hingga berfungsi dengan baik. Ia mengaku sangat puas karena alat peraga buatannya mampu menunjukkan gerakan napas yang akurat. Rasa bangga terpancar dari wajahnya saat memamerkan hasil kerja kelompoknya di depan bapak guru. Pengalaman praktik seperti ini memberikan kesan mendalam yang sulit dilupakan oleh para peserta didik. Keberhasilan ini menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk lebih menyukai pelajaran ilmu pengetahuan alam.
Fachrul Rozie memberikan apresiasi atas dedikasi dan kreativitas yang ditunjukkan oleh seluruh siswa kelas V-B. Beliau menilai bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah saat merakit model sudah sangat berkembang. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan cara kerja model paru-paru mereka secara bergantian. Guru juga memberikan evaluasi mengenai kerapian dan ketepatan penggunaan bahan pada masing-masing hasil karya. Penilaian ini menjadi bagian dari nilai harian untuk mata pelajaran IPAS pada semester ini.
Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan merapikan kembali ruang kelas dan sisa-sisa bahan praktik yang tidak terpakai. Para siswa menyimpan model paru-paru mereka di rak pajangan kelas sebagai referensi belajar di masa depan. Fachrul Rozie menutup kelas dengan memberikan kesimpulan mengenai pentingnya menjaga kesehatan organ pernapasan. Senyum puas terlihat di wajah setiap siswa saat bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Pembelajaran hari ini sukses memberikan pemahaman bermakna melalui metode praktik yang menyenangkan dan edukatif. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































