Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melaksanakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Club Keren: Penanganan Pemain Cerdas” pada Sabtu, 17 Januari 2026 di lapangan olahraga Desa Babakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kelompok KKN Desa Babakan yang berfokus pada edukasi kesehatan dan keselamatan olahraga bagi para atlet, khususnya yang tergabung ke dalam tim sepak bola desa.
Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemain mengenai penanganan cedera ringan dalam olahraga yang kerap terjadi saat latihan maupun pertandingan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan metode R.I.C.E (Rest, Ice, Compression, Elevation) sebagai langkah awal penanganan cedera agar tidak menjadi luka yang lebih serius.
Salah satu anggota KKN Unsika yang juga selaku pemateri, Azhis Nugroho menyampaikan bahwa edukasi ini dirancang untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada para pemain.
“Melalui program Club Keren: Penanganan Pemain Cerdas, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan dan kesehatan atlet sama pentingnya dengan kemampuan bermain di lapangan. Edukasi ini kami sampaikan agar para atlet di tim sepak bola desa Babakan memiliki pengetahuan dasar penanganan cedera yang bisa diterapkan secara mandiri,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pelatih tim sepak bola Desa Babakan, Adit. Ia berpendapat bahwa edukasi semacam ini sangat dibutuhkan oleh para atlet muda yang selama ini masih minim pemahaman terkait penanganan cedera.
“Program penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat bagi pemain kami. Selama ini mereka lebih fokus pada permainan, tetapi sering mengabaikan cara penanganan cedera yang benar. Dengan adanya edukasi metode R.I.C.E, para pemain jadi lebih paham bagaimana menjaga kondisi tubuh terlebih saat terjadi cedera,” ujar Adit.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Salah satu atlet tim sepak bola Desa Babakan bernama Salman mengaku memperoleh pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah mereka dapatkan.
“Biasanya kalau ada yang keseleo atau jatuh saat main bola, kami langsung lanjut main atau Cuma dioles minyak. Dari kegiatan ini kami jadi tahu kalau cedera harus ditangani dengan benar, seperti pakai es dan istirahat dulu. Ilmu ini sangat berguna buat kami supaya tetap bisa main bola dengan aman,” ungkapnya.

Melalui program kerja Club Keren: Penanganan Pemain Cerdas, mahasiswa KKN Unsika berharap para atlet muda Desa Babakan tidak hanya menjadi pemain yang kuat dan berprestasi di lapangan, tetapi juga cerdas dalam menjaga kesehatan dan keselamatan diri. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya olahraga yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan desa Babakan. Karena atlet hebat bukan hanya dinilai dari kemampuan bermain, tetapi juga dari kesadaran dalam menjaga kesehatan dan keselamatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































