Mie instan dan minuman soda merupakan dua produk yang sudah familiar di kalangan masyarakat. Kedua produk tersebut mudah ditemukan, murah, dan dapat memberikan sensasi “nikmat instan” yang sering kita cari ketika sedang lapar dan butuh sesuatu yang cepat. Akan tetapi, di balik kenikmatan yang menggoda, kedua produk tersebut menyimpan risiko besar bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara bersamaan.
Mie instan mengandung garam (natrium) yang sangat tinggi, lemak, dan MSG. Kandungan inilah yang membuat mie instan akan terasa sangat enak, tetapi juga akan memberikan beban kepada ginjal dan sistem metabolisme tubuh. Sementara itu, minuman bersoda mengandung gula dalam jumlah yang tinggi serta mengandung zat tambahan seperti pewarna, pengawet, dan karbonasi yang bersifat asam.
Ketika keduanya dikonsumsi bersama, tubuh akan mendapatkan “serangan ganda”. Garam dan lemak yang berasal dari mie akan membuat ginjal bekerja lebih keras, sementara gula yang tinggi dari soda memaksa tubuh untuk melepaskan banyak insulin dalam waktu singkat. Kombinasi ini dapat meningkatkan tekanan darah, membuat pencernaan melambat, dan memicu lonjakan gula darah yang sangat berbahaya. Kandungan gula yang tinggi pada minuman bersoda bisa meningkatkan gula darah jika dikonsumsi secara terus-menerus (Ibrahim dan Eddy, 2021).
Masalahnya, efek ini tidak langsung terasa. Banyak orang yang merasa baik-baik saja setelah makan mie instan bersamaan dengan minuman soda, sehingga hal ini menjadi kebiasaan. Padahal, jika dilakukan secara terus-menerus, risiko jangka panjang seperti obesitas, hipertensi, gangguan pencernaan, dan diabetes semakin besar. Hal tersebut sejalan dengan Amelia dan Nugroho (2021) yang menjelaskan bahwa akibat yang terjalin jika mie instan dan soda rutin dikonsumsi secara bersamaan akan menghambat penyerapan nutrisi, menimbulkan kanker, mengacaukan metabolisme tubuh, bahaya propylene glycol, bahaya untuk pencernaan, obesitas, dan diabet.
Kabar baiknya, kita bisa tetap menikmati mie instan dnegan cara yang lebih aman, yaitu dengan cara mengganti minuman soda dengan air putih, dan menambahkan sayuran, sumber protein, dan mengurangi penggunaan bumbu instan. Hal kecil tersebut diharapkan dapat membuat tubuh jauh lebih sehat. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Efrizal, (2021) dengan judul Perilaku Konsumsi Mie Instan Pada Remaja di Bangka Belitung yang menjelaskan bahaya konsumsi mie instan secara berlebihan, namun tetap dikonsumsi dengan cara pengurangan bumbu, mengganti air rebusan, dan pengurangan mie yang akan dikonsumsi akan membuat dampak negatif mie instan berkurang.
Melihat berbagai risiko yang dapat timbul saat mengonsumsi mie instan dengan minuman soda secara bersamaan, sudah saatnya kita lebih bijak, Mengurangi konsumsi mie instan dan minuman soda, mengganti soda dengan air putih, menambahkan sayuran, dan mengurangi bumbu instan adalah langkah sederhana yang membuat mie instan jauh lebih aman. Langkah sederhana yang kita lakukan hari ini dapat menjaga kesehatan kita untuk waktu yang akan datang.
Referensi
Amelia, A., dan Nugroho, P. S. (2021). Hubungan Antara Frekuensi Konsumsi Mie Instan dan Minuman Soda dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja. Borneo Student Research. Vol. 2(2): 1105-1110.
Efrizal, W. (2021). Perilaku Konsumsi Mie Instan Pada Remaja di Bangka Belitung. Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung. Vol. 4(2): 94-100.
Ibrahim, I., dan Eddy. (2021). Studi In Vitro Permukaan Glass Ionomer Cement Setelah Perendaman dalam Minumam Bersoda dengan Gula Buatan. Jurnal Material Kedokteran Gigi. Vol. 10(1): 1-7.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































