Lokakarya Menulis fiksi Sejarah
Manado, Sabtu 16 Agustus 2025 – Sebuah kegiatan literasi yang inspiratif terselenggara di Manado dengan tajuk “Lokakarya Menulis Fiksi Sejarah.” Acara ini menjadi ruang bagi generasi muda, pegiat literasi, hingga penulis untuk berbincang dan belajar bersama tentang bagaimana sejarah bisa dihidupkan kembali melalui karya fiksi.
Rekomendasi Buku dari Finalis Putra Putri Literasi
Sesi pertama diisi dengan bincang-bincang seru bersama finalis Putra Putri Literasi dan peserta Manado Book Party. Mereka berbagi buku favorit yang memberikan inspirasi dalam perjalanan literasi masing-masing.
Nadine, finalis putri, merekomendasikan novel “Alpha Girl” karya penulis lokal Henry Manampiring. Menurutnya, karya ini relevan dengan pembaca muda karena mengangkat tema tentang keberanian dan jati diri.
Bonny, finalis putra, memilih novel fantasi “Coraline” karya Neil Gaiman yang memikat lewat dunia penuh misteri dan imajinasi.
Endosoren, finalis putra lainnya, merekomendasikan buku berjudul “Republikanisme.” Ia menekankan pentingnya memahami esensi kata republik sebelum kata Indonesia, bahwa kemerdekaan membawa kesadaran tentang hak asasi dan otonomi diri dalam kehidupan berbangsa.
Duta Baca dan Pemateri: Mengulik Fiksi Sejarah
Acara semakin hangat ketika Faradila Bachmid selaku Duta Baca Sulawesi Utara hadir memberi semangat literasi, disusul oleh Sania Rasyid yang membawakan materi inti tentang penulisan fiksi sejarah.
Sania Rasyid memperkenalkan karyanya “Romansa Stovia”, sebuah novel fiksi sejarah yang dikemas dengan bahasa ringan agar lebih mudah dipahami pembaca. Buku ini menghadirkan kisah cinta dengan latar kehidupan sekolah kedokteran Hindia Belanda (STOVIA), yang dipadukan dengan konteks sejarah Indonesia.
Poin Penting Penulisan Fiksi Sejarah
Dalam materinya, Sania menegaskan beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dalam menulis fiksi sejarah:
Pengertian Fiksi Sejarah
Fiksi sejarah adalah genre sastra yang memadukan peristiwa sejarah dengan unsur cerita fiksi.
Ide
Ide penulisan biasanya merujuk pada peristiwa nyata di masa lampau yang memiliki nilai penting atau relevansi.
Riset
Studi pustaka melalui buku, arsip, atau artikel.
Wawancara narasumber yang memahami konteks sejarah.
Kunjungan ke museum, situs bersejarah, atau lokasi peristiwa.
Menonton film dokumenter untuk memperkaya perspektif.
Menghidupkan tokoh dengan cara mendalami peran dan karakter.
Penutup: Semangat Literasi dan Kebersamaan
Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pesan literasi dari Sania Rasyid yang mengingatkan peserta untuk terus menulis, membaca, dan menghidupkan kembali sejarah lewat karya fiksi.
Lokakarya ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga pengingat bahwa literasi adalah jalan untuk memahami identitas, menghargai sejarah, dan merangkai masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































