Padang Pariaman – Mahasiswa KKN UNAND Campago Reguler 1 tahun 2026 berbagi ilmu pertanian dengan masyarakat Campago melalui sosialisasi yang digelar Kamis (29/01/2026).
Petani Campago memiliki permasalahan hama wereng yang beberapa waktu merusak padi di sawah mereka. Mahasiswa menjawab permasalahan tersebut melalui program kerja berupa sosialisasi pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik cair.
Pestisida nabati merupakan jenis pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan, tanaman, atau bahan organik lain yang berkhasiat mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penggunaan pestisida nabati memiliki beragam keunggulan seperti: ramah lingkungan, aman bagi kesehatan, mudah terurai, dan dapat dibuat sendiri menggunakan bahan-bahan alami seperti daun sirsak, daun mimba, dan sebagainya.
Tidak hanya sosialisasi berupa materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan demontrasi pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik cair. Pupuk organik cair dibuat dengan bahan: jahe, air bersih, gula merah, dan EM 4.
Pupuk organik cair dari bahan jahe efektif untuk serangan hama ringan atau sedang, penyakit jamur dan bakteri ringan, atau kondisi tanaman yang stres akibat lingkungan. Ciri-ciri tanaman yang bisa menggunakan pupuk organik cair diantaranya adalah daun layu menguning, daun berlubang atau keriting, dan batang lemah.
Kaur Keuangan Nagari Campago, selaku perwakilan kepala desa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN, ”Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah mengadakan kegiatan sosialisasi kepada petani di nagari Campago. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar.”
”Program kerja sosialisasi pestisida nabati dan pupuk organik cair merupakan tanggapan atas permasalahan yang dialami oleh petani di nagari Campago. Hama wereng yang merusak tanaman padi dapat diatasi dengan pestisida nabati sebagai alternatif bahan alami. Pestisida nabati dan pupuk organik cair dipilih karena mudah dibuat oleh para petani, serta bahan yang digunakan dapat ditemukan di lingkungan sekitar,” kata Muhammad Dzaki dalam sambutannya sebagai ketua KKN.
Masyarakat aktif dan kritis dalam mendengarkan pemaparan materi serta demontrasi yang dilakukan oleh mahasiswa, ”Apakah bahan pupuk organik cair bisa menggunakan bahan lain selain jahe?” tanya salah satu peserta.
”Pupuk organik cair bisa dibuat menggunakan bahan lain, tidak hanya jahe. Bahan lain tersebut bisa berupa bawang putih, daun mimba, serai, atau tembakau” jawab Mercyly Sintia Rahmadani salah satu penanggung jawab program kerja pertanian.
Setelah sosialisasi dan demonstrasi, mahasiswa juga turun ke sawah untuk mengaplikasikan pestisida nabati serta pupuk organik cair. Petani menyambut hangat program kerja ini. Mereka berharap hal ini bisa menjadi solusi yang efektif bagi masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































