Siaran Berita, Yogyakarta, (16/1/2026) – Di balik hiruk pikuk dunia digital yang kerap menempatkan musik sebagai konsumsi sesaat, tumbuh sosok muda yang memilih jalan sunyi: menekuni proses, disiplin, serta ketekunan dalam seni. Dari Pati, Jawa Tengah, lahir seorang gitaris muda yang perlahan membangun pijakan musikalnya bukan melalui sensasi, melainkan melalui latihan yang konsisten dan pendidikan yang terarah. Nama Obaja Budi Mahanaim mulai dikenal di lingkungan pendidikan musik sebagai pelajar yang memandang seni bukan sekadar bakat, melainkan tanggung jawab.
Obaja Budi Mahanaim lahir pada 22 Januari 2010 dan tumbuh dalam lingkungan yang menumbuhkan kepekaan terhadap bunyi, irama, dan harmoni. Ia adalah seorang pelajar musik yang saat ini menempuh pendidikan di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul, Yogyakarta, atau yang lebih dikenal sebagai Sekolah Menengah Musik Yogyakarta. Institusi ini bukan sekolah biasa. SMM Yogyakarta merupakan sekolah menengah musik tertua di Indonesia, tempat lahirnya banyak musisi profesional Tanah Air. Diterima sebagai siswa di sekolah tersebut menjadi penanda penting dalam perjalanan Obaja, sekaligus bukti bahwa kemampuan musikalnya telah melalui proses seleksi yang ketat dan objektif.
Sebagai siswa dengan spesialisasi instrumen gitar, Obaja menjalani hari-harinya dengan jadwal yang menuntut kedisiplinan tinggi. Pendidikan musik formal yang ia jalani mengharuskannya menguasai teori, teknik, hingga interpretasi musikal secara mendalam. Namun di balik ketatnya kurikulum, Obaja tetap menjaga identitas personalnya sebagai remaja yang kreatif dan konsisten. Ia membangun citra diri sebagai musisi muda yang tidak hanya ingin mahir secara teknis, tetapi juga ingin menghadirkan makna dalam setiap permainan musiknya. Baginya, musik adalah medium untuk menyampaikan nilai, emosi, dan harapan.
Perjalanan Obaja tidak dimulai secara tiba-tiba. Sejak usia sekolah dasar, ia telah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia seni. Pada tahun 2021, ia menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Kabupaten pada kategori Solo Vokal. Dengan membawakan lagu “Indonesia Jaya”, Obaja tidak hanya menunjukkan kemampuan vokalnya, tetapi juga keberanian tampil dan kedewasaan musikal di usia yang relatif muda. Prestasi tersebut menjadi fondasi awal yang memperkuat keyakinannya untuk terus melangkah di dunia seni.
Tiga tahun berselang, Obaja kembali menorehkan capaian penting. Pada 2024, ia meraih Juara 2 kategori Ansambel Campuran dengan fokus instrumen gitar. Berbeda dari pencapaian sebelumnya, kali ini Obaja tampil sebagai bagian dari kerja kolektif, sekaligus berperan aktif dalam pengembangan aransemen musik. Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya tentang pentingnya kolaborasi, harmoni antarpemain, serta kemampuan menyesuaikan diri dalam dinamika kelompok musikal. Prestasi ini pula yang mengukuhkan langkahnya untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta.

Saat ini, keseharian Obaja diisi dengan berbagai aktivitas yang seluruhnya berkelindan dengan dunia musik. Ia tergabung dalam ansambel gitar, berlatih secara rutin, serta mengasah kemampuan teknis dan musikalitas melalui berbagai repertoar. Di sela waktu luang, Obaja juga aktif membuat cover gitar, sebuah ruang eksplorasi personal yang memberinya kebebasan berekspresi di luar tuntutan kurikulum formal. Aktivitas ini menjadi cara baginya untuk terus berkembang sekaligus menjaga kedekatan dengan musik sebagai ruang bermain dan bereksperimen.
Dalam proses panjang tersebut, Obaja memegang keyakinan sederhana namun kuat. Ia percaya bahwa kerja keras, keberanian untuk bermimpi besar, dan niat yang tulus merupakan kunci untuk bertahan dan tumbuh di dunia seni yang kompetitif. Baginya, menjadi musisi bukan semata-mata soal panggung dan apresiasi, melainkan tentang konsistensi menjalani proses, menghargai ilmu, serta terus belajar dari setiap kegagalan dan keberhasilan.
Jejak musikal Obaja juga mulai terdokumentasi melalui media sosial. Melalui akun Instagram @ja.mahanaim, ia membagikan potongan perjalanan bermusiknya, mulai dari latihan, penampilan, hingga karya-karya sederhana yang lahir dari ruang belajar dan eksplorasi pribadi. Kehadiran ini bukan dimaksudkan sebagai pencarian popularitas instan, melainkan sebagai arsip perjalanan, sekaligus ruang berbagi bagi mereka yang memiliki minat serupa di dunia musik.
Di usia yang masih sangat muda, Obaja Budi Mahanaim tengah menapaki jalur panjang yang menuntut kesabaran dan ketekunan. Pilihannya untuk menempuh pendidikan musik formal di institusi bersejarah menjadi penanda bahwa perjalanan ini bukan sekadar hobi, melainkan panggilan yang ia jawab dengan kesungguhan. Dalam setiap petikan gitar yang ia mainkan, tersimpan harapan untuk suatu hari nanti memberi kontribusi nyata bagi dunia seni, tidak hanya sebagai pemain, tetapi sebagai pribadi yang memuliakan musik melalui proses dan dedikasi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































