Siaran Berita, Bojonegoro, (16/1/2026) – Di antara geliat generasi muda yang tumbuh bersama perubahan zaman, muncul sosok remaja dari Gorontalo yang pelan namun pasti menapaki jalur prestasi lintas bidang. Dunia seni, panggung publik, hingga ruang digital menjadi medan pengabdian sekaligus ruang belajar bagi Ekafitrah Ramadani Hida, seorang gadis muda yang sejak usia dini telah akrab dengan kompetisi, disiplin, dan tuntutan tampil percaya diri. Perjalanannya mencerminkan wajah baru anak daerah yang tidak sekadar bermimpi, tetapi berani mengasah kemampuan secara konsisten.
Ekafitrah Ramadani Hida merupakan gadis muda asal Provinsi Gorontalo yang dikenal luas sebagai model berprestasi, finalis ajang kecantikan, serta figur muda multitalenta. Ia tercatat sebagai alumni SMA Negeri 2 Limboto dan aktif membangun karier di bidang seni serta komunikasi publik. Sejak masa kanak-kanak, Ekafitrah telah menorehkan prestasi membanggakan, di antaranya meraih Juara 1 Fashion Cilik pada ajang yang berlangsung pada 18–20 Desember 2015. Prestasi tersebut menjadi pijakan awal sebelum ia kembali mengukir capaian nasional sebagai Juara 1 Miss Modeling Indonesia Best Model. Konsistensinya berlanjut ketika terpilih sebagai finalis Indomodel Management pada tahun 2022, sebuah ajang bergengsi yan g mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Di lingkungan sekolah, Ekafitrah juga dianugerahi gelar Most Populer, menandai pengaruh positif dan kehadirannya yang menonjol di antara rekan sebaya.

Perjalanan Ekafitrah tidak berhenti pada dunia modeling semata. Ia dikenal aktif sebagai Master of Ceremony berbahasa Inggris, khususnya dalam berbagai peringatan Hari Anak Nasional di Gorontalo. Kemampuan berbicara di depan publik dengan bahasa asing, penguasaan panggung, serta pembawaan yang lugas menjadikannya figur muda yang kerap dipercaya mengisi acara resmi. Peran ini memperlihatkan sisi lain Ekafitrah sebagai komunikator muda yang matang, tidak hanya mengandalkan visual, tetapi juga kecakapan verbal dan kepercayaan diri.
Selain itu, Ekafitrah Ramadani Hida juga mengembangkan bakat menyanyi dan menari sebagai bagian dari proses pembentukan diri yang menyeluruh. Keterlibatannya dalam seni pertunjukan menjadi sarana menyalurkan ekspresi sekaligus memperkuat karakter disiplin, kerja tim, dan ketahanan mental. Dunia seni baginya bukan sekadar panggung, melainkan ruang belajar yang membentuk keberanian tampil dan kesiapan menghadapi tekanan.

Di era digital, Ekafitrah memanfaatkan media sosial sebagai medium representasi diri dan komunikasi publik. Melalui akun Instagram @v1taa.4c___, ia aktif membagikan aktivitas, karya, serta perjalanan prestasi yang telah dilaluinya. Kehadiran digital tersebut menjadikannya figur publik muda yang dekat dengan generasi sebaya, sekaligus memperluas jangkauan inspirasi bagi anak-anak dan remaja yang tengah mencari teladan.
Kisah Ekafitrah Ramadani Hida menunjukkan bahwa prestasi bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang, keberanian mencoba, serta kemauan belajar tanpa henti. Dari Gorontalo, ia menghadirkan potret generasi muda yang tumbuh bersama disiplin dan kepercayaan diri, membuktikan bahwa ruang prestasi selalu terbuka bagi mereka yang tekun membangun diri sejak dini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































