Pembelajaran fisika yang ideal dalam kurikulum Merdeka menuntut adanya inovasi yang tidak hanya berpusat pada guru di dalam kelas, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan eksploratif di luar kelas. Salah satu tujuan pendidikan yakni hasil belajar, hasil belajar ini menjadi sangat penting bagi generasi saat ini untuk mencapainya. Di mana siswa harus berusaha semaksimal mungkin selama proses pembelajaran dan mencapai hasil belajar yang optimal (Dakhi, 2020). Selain itu, hasil belajar siswa pula berguna sebagai tolak ukur untuk meningkatkan prestasi siswa serta melihat kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa (Sriyanti et al., 2021).
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa kurang tertarik belajar fisika karena persepsi mereka bahwa fisika adalah mata pelajaran yang membosankan yang terlalu banyak konsep abstrak dan memerlukan pikiran yang ekstra bagi siswa. Di sekolah, pembelajaran cenderung masih bersifat monoton dan kurangnya kemampuan guru dalam memilih media pembelajaran yang meningkatkankan antusiasme siswa dalam belajar fisika. Padahal media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar siswa untuk memperoleh pesan dan informasi yang diberikan oleh guru sehingga bahan pembelajaran dapat lebih meningkatkan dan membentuk pengetahuan siswa (Siahaanaa & Nugraha, 2024). Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu mengatasi keterbatasan guru dalam menyampaikan informasi dan mengatasi permasalahan siswa terkait pemahaman konsep yang abstrak. Salah satu media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret salah satunya adalah penggunaan augmented reality atau sering disebut AR. Meskipun augmented reality (AR) telah banyak digunakan di bidang pendidikan tetapi masih belum banyak ditemukan penerapan media pembelajaran augmented reality berbantuan unity. Unity adalah salah satu software digunakan untuk membuat AR lebih menarik dan interaktif. Software ini bisa memvisualisasikan objek menjadi 3D ataupun membuat aplikasi yang interaktif (Knapčíková et al., 2021). Hal tersebut menarik antusisme siswa untuk belajar.

Sumber : https://logos-world.net/unity-is-a-new-3d-game-engine-with-a-new-identity/
Media pada hakikatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar (Harahap et al., 2022). Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian (Suyono & Hariyanto, 2017). Selama proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa di kelas dengan bantuan guru tentu akan memperoleh di akhir berupa hasil belajar. Hasil belajar didefinisikan sebagai pernyataan tentang apa yang diharapkan, diketahui, dipahami atau mampu didemonstrasikan oleh siswa setelah menyelesaikan suatu proses pembelajaran (Kennedy, 2007).

Sumber : Triani, 2024 (dokumentasi pribadi)
Augmented reality atau AR adalah teknologi baru yang muncul dalam dunia multimedia. Teknologi ini merupakan penemuan penelitian pada tahun 1997, sebagai pengembangan dari virtual reality yang memungkinkan objek 3D muncul dalam dunia nyata (Arifitama, 2020). Pada kegiatan belajar di kelas guru membutuhkan media sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi abstrak menjadi konkret kepada siswa agar siswa dapat memvisualisasikannya dengan nyata. Salah satu media pembelajaran yang mendukung penggunaan AR yakni Unity. Unity adalah mesin pengembang permainan lintas platform yang dikembangkan oleh Unity Technologies. Unity dapat membuat konten dengan memvisualisasi objek 2D dan 3D seolah nyata (Sinicki, 2017). Selain itu, unity dapat pula membuat aplikasi berbasis android yang di dalamnya terdapat AR.
Selama ini, pada pembelajaran fisika salah satu konsep dinamika gerak sering kali terjebak dalam angka-angka mati di atas kertas. Namun, melalui media pembelajaran augmented reality dengan bantuan unity, batasan tersebut kini runtuh. Unity memungkinkan kita menghidupkan konsep fisika yang tak kasat mata seperti gaya gesek atau percepatan. Hal itu dapat menjadi objek 3D yang divisualisasikan di depan mata siswa. Sehingga siswa dapat melihat objek tersebut secara nyata. Inilah era baru di mana belajar fisika tidak lagi sekadar membayangkan, tapi menyaksikan langsung hukum fisika bekerja. Hal itu didukung pula oleh (Beheshti et al., 2024) bahwa AR memungkinkan pengalaman pembelajaran yang canggih dan kontekstual dengan melibatkan siswa, memungkinkan mereka berinteraksi dengan dunia virtual, dan menerima umpan balik langsung. AR berhasil pula meningkatkan hasil belajar siswa dengan kategori tinggi serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah (Rizali Rachim & Salim, 2024). Serta AR juga praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa ditunjukkan dengan kategori tinggi (Hidayat et al., 2024).
Dengan didukung oleh hasil penelitian yang telah banyak dilakukan terkait penerapan media pembelajaran augmented reality ini seharusnya permasalahan siswa dapat teratasi apabila guru-guru telah menggunakan augmented reality ini dalam memvisualisasikan konsep fisika yang abstrak menjadi konkret dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, dengan bantuan unity guru dapat berkreasi dalam membuat media pembelajaran agar lebih interaktif dan lebih menyenangkan lagi. Jadi, mengapa konsep fisika masih dianggap kurang menarik lagi bagi siswa? Jika guru bisa memvisualisasikan konsep fisika dari abstrak menjadi konkret dengan bantuan software unity.
Penerapan media pembelajaran augmented reality (AR) berbantuan unity dalam pembelajaran fisika bukan sekadar tren teknologi, melainkan jawaban atas permasalahan pada pembelajaran yang hanya diterapkan dengan metode konvensional yang sering kali gagal memvisualisasikan konsep abstrak seperti dinamika gerak. Melalui media ini, konsep yang semula dianggap ”berat” dan sukar dapat bertransformasi menjadi objek 3D yang nyata di hadapan siswa. Terbukti, penggunaan teknologi AR tidak hanya efektif dalam mendongkrak hasil belajar siswa ke kategori tinggi, tetapi juga membantu dalam proses pembelajaran yang membentuk siswa menjadi pribadi yang baik sehingga menunjukkan perubahan sikap. Dengan demikian, AR mampu mengubah wajah pembelajaran fisika dari aktivitas ”membayangkan” menjadi aktivitas ”menyaksikan” hukum fisika yang bekerja secara langsung.
Penulis menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Prof. Dr. Akmam, M.Si dan Prof. Dr. Desnita, M.Si dari Program Studi S2 Pendidikan Fisika UNP atas masukan konstruktifnya yang sangat berharga dalam pengembangan ide media pembelajaran fisika.
Referensi :
AriArifitama, B. (2020). PELATIHAN PEMBUATAN MODEL 3D ALAT PERAGA EDUKASI HIDROLOGI BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK GURU. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 3(3), 186–193. https://doi.org/10.36341/jpm.v3i3.1263
Beheshti, M., Yujin Kang, E., Yan, S., Louime, E., Hancock, C., & Hira, A. (2024). Augmented Reality in A Sustainable Engineering Design Context: Understanding Students’ Collaboration and Negotiation Practices. Sustainability (Switzerland), 16(1). https://doi.org/10.3390/su16010379
Dakhi, A. (2020). Peningkatan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 1(03), 283–294. https://doi.org/10.59141/japendi.v1i03.33
Harahap, O., Napitupulu, M., & Batubara, N. S. (2022). Media Pembelajaran. Azka Pustaka.
Hidayat, A. L. N., Ahmad, N., Ridlo, Z. R., Putra, P. D. A., & Yusmar, F. (2024). Developing an Augmented Reality-Based Textbook on Heat and Transfer Materials to Improve Students Critical Thinking Skills. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(4), 2102–2109. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i4.6714
Kennedy, D. (2007). Writing and Using Learning Outcomes: A Practical Guide. University College Cork.
Knapčíková, L., Husár, J., & Hrehová, S. (2021). Augmented Reality as a Tool of Increasing of Competitiveness. In Springer International Publishing.
Rizali Rachim, M., & Salim, A. (2024). PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DALAM PENDIDIKAN MODERN. JRIP: Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran.
Siahaanaa, S. M., & Nugraha, A. M. (2024). Development of Digital Flashcards Assisted by Augmented Reality on Doppler Effect and Polarization Material. International Journal of Artificial Intelegence Research, 8(1), 1. http://ijair.idjurnal.ijair@gmail.com
Sinicki, A. (2017). Learn Unity for Android Game Development: A Guide to Game Design, Development, and Marketing. Springer Nature. https://link.springer.com/book/10.1007/978-1-4842-2704-6
Sriyanti, I., Almafie, M. R., Marlina, L., & Jauhari, J. (2021). The effect of Using Flipbook-Based E-modules on Student Learning Outcomes. Kasuari: Physics Education Journal (KPEJ), 3(2), 69–75. https://doi.org/10.37891/kpej.v3i2.156
Suyono, & Hariyanto. (2017). Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Konsep Dasar.
Daftar Sumber Gambar
https://logos-world.net/unity-is-a-new-3d-game-engine-with-a-new-identity/.
Diunduh tanggal 11 April 2026 pukul 19.00 WIB.
Deswinta Triani (Mahasiswa S2-Pendidikan Fisika, UNP)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































