Garut, 08 Januari 2026 – Peran Fasilitator Daerah kian terasa nyata dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di tingkat satuan pendidikan. Bukan sekadar pendamping kebijakan, Fasilitator Daerah hadir sebagai penggerak, penguat, sekaligus sahabat bagi para guru dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang. Hal inilah yang terus diwujudkan oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, Fasilitator Daerah Kabupaten Garut, melalui komitmen dan ketulusan dalam berbagi pengalaman serta praktik baik di dunia pendidikan.
Pada Kamis, 08 Januari 2026, Insan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Peningkatan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) yang dilaksanakan di RA Ar-Raudhotun Nur, Bayongbong, Garut. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas guru dalam menjawab tantangan pembelajaran di era modern.
Berbekal pengalamannya sebagai seorang guru, Insan menyampaikan bahwa pendidikan sejatinya tidak mengenal sekat jenjang. Baginya, baik guru RA, MI, MTs, maupun MA memiliki peran yang sama mulianya dalam membentuk generasi masa depan. “Selama pendidik itu disebut guru, di sanalah saya akan selalu siap membantu,” ungkap Insan dengan penuh ketulusan.

Dalam pemaparannya, Insan menekankan pentingnya Pembelajaran Abad 21 yang menuntut guru untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi. Guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi, tetapi juga dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik.
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Insan menjelaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi peran guru, melainkan alat bantu yang dapat digunakan secara bijak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Mulai dari perencanaan pembelajaran, pengembangan media ajar, hingga eksplorasi ide kreatif, AI dapat menjadi mitra strategis guru selama digunakan dengan etika dan tanggung jawab.
Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, kegiatan ini menghadirkan semangat baru bagi para guru RA Ar-Raudhotun Nur. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif dan refleksi bersama tentang bagaimana guru dapat terus belajar dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Kehadiran Insan Faisal Ibrahim sebagai Fasilitator Daerah menjadi cermin bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak semata mata lahir dari kebijakan di atas kertas melainkan tumbuh dari keteladanan kepedulian dan keberpihakan nyata kepada guru sebagai ujung tombak pendidikan. Melalui pendekatan yang humanis dan dialogis Insan tidak hanya menyampaikan gagasan tetapi juga menghadirkan semangat keyakinan serta harapan baru bagi para pendidik untuk terus bertumbuh dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Semangat berbagi yang Insan bawa menjadikan peran Fasilitator Daerah bukan sekadar pendamping program melainkan mitra sejati guru dalam perjalanan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dari ruang ruang kecil madrasah yang sederhana langkah langkah perubahan itu terus disemai dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Setiap diskusi pendampingan dan penguatan kompetensi guru menjadi benih yang kelak akan tumbuh menjadi praktik pembelajaran yang lebih bermakna. Dan dari tangan para guru yang terus dikuatkan baik secara pengetahuan keterampilan maupun kepercayaan diri masa depan pendidikan yang lebih bermutu humanis dan berdaya saing perlahan namun pasti diwujudkan demi lahirnya generasi yang cerdas berkarakter dan berakhlak mulia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































