Yogyakarta — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Forum Inklusi Sosial dan Pengajian Ramadan bersama berbagai komunitas dampingan di Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (8/3). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan sekaligus penguatan jaringan masyarakat akar rumput Muhammadiyah.
Forum yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Jaringan Akar Rumput Muhammadiyah” tersebut diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat yang selama ini mendapat pendampingan dari MPM PP Muhammadiyah. Selain diskusi dan pengajian Ramadan, acara juga diisi dengan pembagian paket bantuan Ramadan kepada ratusan penerima manfaat.
Sebanyak 600 individu dari 11 kelompok masyarakat menerima paket bantuan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani, nelayan, kelompok difabel, masyarakat rentan di wilayah perkotaan, hingga kelompok binaan lainnya yang selama ini didampingi oleh MPM.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan kesetaraan di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan.
“Forum ini kami rancang sebagai ruang inklusi untuk memperkuat kebersamaan, membangun kesetaraan, sekaligus menghadirkan kegembiraan bagi komunitas yang kami dampingi agar dapat merayakan Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah bersama-sama,” kata Yamin dalam kegiatan yang berlangsung di kampus UMY.
Menurutnya, semangat berbagi dan pemberdayaan telah menjadi bagian dari tradisi Muhammadiyah sejak organisasi tersebut berdiri pada 1912. Karena itu, kegiatan serupa terus diupayakan agar tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat penerima manfaat.

Ia menambahkan, program pemberdayaan yang dijalankan MPM diharapkan mampu memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kehidupan beragama.
“Ke depan kami akan terus mengembangkan program-program pemberdayaan yang inovatif, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Ibnu Tsana, serta sejumlah perwakilan mitra yang selama ini bekerja sama dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Salah satu mitra yang terlibat adalah Danone Indonesia yang telah mendukung kegiatan MPM PP Muhammadiyah sejak 2023 melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan.
Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan kerja sama dengan Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada kegiatan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Menurutnya, salah satu program yang telah dijalankan adalah pembangunan fasilitas pengolahan dan pemilahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Yogyakarta.
“Kami mendukung kegiatan MPM PP Muhammadiyah tidak hanya pada momentum Ramadan. Program pemberdayaan masyarakat juga kami lakukan melalui pembangunan fasilitas pengolahan pilah sampah di TPA Piyungan,” kata Karyanto.
Selain itu, kolaborasi kedua pihak juga mencakup program penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur pompa bor di sejumlah wilayah di Indonesia yang masih mengalami keterbatasan sumber air bersih.
Melalui forum inklusi sosial ini, MPM PP Muhammadiyah berharap jaringan komunitas dampingan dapat semakin kuat dan mampu berkembang secara mandiri, sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































