Bali — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MAN 1 Yogyakarta. Muhammad Fakhri Al Farras, murid kelas XI F, meraih Juara III dalam Lomba Esai Ilmiah Nasional pada ajang Kreativitas Ilmiah Mahasiswa (AKLAMASI) yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Karya Ilmiah Mahasiswa (UKM PKIM) Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.
Kompetisi yang berlangsung pada 13–15 Februari 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha tersebut mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan di Era Transformasi Global”. Adapun subtema yang dilombakan meliputi kesehatan, lingkungan, energi terbarukan, teknologi, dan pendidikan.
Dalam ajang bergengsi tingkat nasional itu, Fakhri mengangkat esai berjudul “EDUBRAIL: Pocket Book Berbasis Augmented Reality dan Braille Terintegrasi Etnomatematis untuk Optimalisasi Keterampilan Matematis Murid Disabilitas guna Mendukung Indonesia Emas 2045.” Karyanya menawarkan gagasan alat bantu pembelajaran bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra dan tunarungu, yang memadukan teknologi augmented reality (AR), huruf braille, serta pendekatan etnomatematika berbasis budaya lokal.

Menurut Fakhri, inovasi tersebut berangkat dari kepedulian generasi muda terhadap akses pendidikan yang setara. “Saya mengambil ini karena sebagai bentuk peran kami, remaja, dalam memberikan sebuah inovasi yang dapat membantu teman kami yang memiliki keterbatasan,” ujarnya.
Kompetisi AKLAMASI diikuti pelajar SMA/MA dan mahasisswa dari berbagai daerah di Indonesia. Tahapan lomba diawali dengan babak penyisihan melalui seleksi naskah esai. Dari seluruh peserta, lima finalis terbaik diundang ke Bali untuk mempresentasikan gagasannya secara langsung di hadapan dewan juri.
Pada babak final, masing-masing peserta diberikan waktu 10 menit untuk presentasi dan 10 menit untuk sesi tanya jawab. Fakhri mengaku momen presentasi menjadi pengalaman paling berkesan sekaligus menegangkan.
“Pas presentasi itu benar-benar uji mental. Kita harus percaya diri menyampaikan ide di depan juri dan peserta lain yang juga sangat inovatif. Tapi justru di situ saya belajar banyak,” katanya. Ia juga menuturkan bahwa kegiatan field trip yang menjadi rangkaian acara memberikan kesempatan berharga untuk saling mengenal, bertukar budaya, bahasa, serta wawasan sosial dengan peserta dari berbagai daerah.
Persiapan lomba dilakukan sekitar satu bulan sebelum pengumpulan naskah untuk menyusun esai secara komprehensif. Sementara persiapan presentasi dilakukan dalam waktu relatif singkat menjelang keberangkatan ke Bali.
Di tengah ketatnya persaingan, Fakhri menyebut salah satu lawan terberat berasal dari SMAN 1 Nagara, Bali. “Mereka tampil berkelompok dan sangat percaya diri ketika mempresentasikan ide. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujarnya.
Meski sempat diliputi keraguan atas hasil presentasinya, Fakhri mengaku bersyukur dapat meraih Juara III. “Saya sangat senang karena di awal sudah agak ragu dengan hasil presentasi. Alhamdulillah bisa mendapat juara tiga,” katanya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi capaian ananda Fakhri. Ini bukan sekadar kemenangan dalam lomba, tetapi bukti bahwa murid madrasah mampu berpikir kritis, peka terhadap persoalan sosial, dan menawarkan solusi yang inovatif,” ujar Edi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi murid lain untuk terus berkarya dan berani menghadirkan solusi atas persoalan bangsa. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































