Buah mangga merupakan salah satu jenis tanaman buah yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia dengan persentase sebesar 28%. Di Indonesia, mangga merupakan buah yang memiliki volume produksi terbesar kedua, yaitu mencapai 2.808.936 ton pada tahun 2019. Menurut Rasmikayati et al., (2017) tiga provinsi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap produksi mangga nasional adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Namun karena mangga termasuk dalam jenis buah musiman, produksi per tahunnya selalu mengalami perubahan. Memasuki musim panen raya pada bulan Oktober hingga November, produksi meningkat tajam, sehingga harga mangga di pasar menjadi lebih rendah. Harga jual mangga di tingkat petani berbeda antara musim panen dan di luar musim. Contohnya, saat diluar musim, harga bisa berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, sedangkan saat musim panen harga bisa turun menjadi Rp 7.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.
Maka salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan pendapatan dan memaksimalkan hasil panen adalah dengan melakukan proses pengolahan. Pengolahan makanan atau minuman bisa memproses buah menjadi bentuk bubuk, pasta, dan produk olahan lainnya melalui proses pengeringan yang intensif. Menurut Puryantoro et al.,(2018) dalam pembuatan produk Mango Fruit Strips, buah mangga yang digunakan berasal dari para petani di daerah Cirebon, Indramayu, dan Sumedang yang menanam mangga gedong gincu. Mangga-mangga tersebut memiliki kualitas yang tidak sempurna, namun tetap digunakan oleh para petani untuk diolah menjadi puree mangga. Haluskan mangga ini kemudian diproses lebih lanjut menggunakan teknologi dehidrasi oleh tim produksi Frutivez. Dengan mengolah bahan berbentuk puree ini, produk bisa diproduksi baik di luar musim panen maupun saat musim panen tiba. Agar hasilnya maksimal, proses dehidrasi membutuhkan waktu sekitar 20 jam per kali produksi, mulai dari awal hingga proses pengemasan selesai. Penggunaan mesin impor serta biaya listrik yang tinggi menjadi tantangan dalam mempertahankan kualitas produk yang baik (Fauziah et al., 2021).
Kesimpulan dan Saran :
Usaha mengolah buah mangga menjadi camilan sehat yang inovatif, yaitu potongan buah mangga, memiliki nilai positif untuk dijual. Hal ini karena produk ini memiliki nilai tambah sebesar Rp 5.000 per kilogram. Dengan setiap Rp 100 dari produk tersebut, diperoleh nilai tambah sebesar Rp 11.000. Berdasarkan kriteria metode Hayami, jika hasil tambah nilai lebih dari 0, maka produk tersebut bernilai positif dan menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan memiliki nilai tambah. Namun, dari hasil presentase rasio yang kurang dari 15%, nilai tambah ini masih termasuk dalam kategori rendah. Margin yang diperoleh adalah sebesar Rp 5.000 per kilogram.
Sumber :
Rasmikayati, E., Sulistyowati, L., dan Saefudin, B. R. 2017. Risiko Produksi dan Pemasaran Terhadap Pendapatan Petani Mangga: Kelompok Mana yang Paling Berisiko. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Vol. 3(2): 105–116.
Puryantoro, P., Hani, E. S., dan Subekti, S. 2018. Manajemen Rantai Pasok Mangga Manalagi di Kabupaten Situbondo dengan Pendekatan Food Supply Chain Networking. Mahatani: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal). Vol. 1(1): 64–79.
Fauziah, Y. D., Rasmikayati, E., dan Saefudin, B. R. 2021. Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Mangga. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Vol. 7(2): 1045–1055.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































