Indonesia, sebagai negara agraris, memiliki potensi besar untuk mengembangkan teknologi tepat guna berbasis sumber daya lokal. Biogas Limbah Ternak: Solusi Energi Bersih dari DesaBiogas dari limbah ternak adalah salah satu teknologi yang harus mendapatkan perhatian yang lebih besar. Biogas adalah solusi yang sederhana, murah, dan berkelanjutan di tengah tantangan energi krisis, pencemaran lingkungan, dan kemiskinan energi di wilayah pedesaan.Ribuan peternak sapi, kambing, dan unggas menghasilkan limbah yang sangat besar setiap hari. Limbah sering kali dianggap sebagai masalah semata-mata, karena mereka menimbulkan bau, mencemari air, dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Sayangnya, ini tidak selalu benar. Namun, limbah ternak dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan yang sangat menguntungkan jika dikelola dengan teknologi tepat guna.
Teknik biogas menghasilkan gas metana melalui fermentasi anaerob kotoran ternak dalam digester. Gas ini dapat digunakan untuk memasak, lampu, dan bahkan generator listrik kecil. Biogas yang diolah juga dapat digunakan sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan.Biogas memiliki keunggulan sebagai teknologi tepat guna karena dapat diterapkan dalam masyarakat desa. Teknologi ini tidak memerlukan peralatan kompleks, dapat dibuat dengan bahan lokal, dan dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat. Peternak dapat mengurangi ketergantungan pada gas elpiji, mengurangi biaya rumah tangga, dan meningkatkan lingkungan dengan pendampingan yang tepat.
Menciptakan biogas dari limbah ternak masih menghadapi banyak masalah. Program biogas sering gagal karena kurangnya pengetahuan teknologi, modal awal yang terbatas, dan pendampingan berkelanjutan yang kurang.Tidak jarang, instalasi biogas mengalami kegagalan karena kurangnya perawatan atau organisasi yang tidak memadai di antara karyawan. Oleh karena itu, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat memainkan peran yang sangat penting. Program biogas memerlukan pelatihan, pelatihan, dan pengawasan jangka panjang, bukan hanya pembangunan fisik. Agar teknologi ini benar-benar tersedia untuk masyarakat kecil, program insentif dan pembiayaan mikro untuk peternak juga harus diperkuat.
Biogas limbah ternak adalah kebutuhan di era transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.Investasi dalam teknologi tepat guna seperti biogas berarti investasi pada kemandirian energi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan petani dan peternak. Biogas harus dimasukkan ke dalam strategi pembangunan nasional yang berbasis desa dan tidak lagi dianggap sebagai proyek sampingan
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































