Siaran Berita, Bekasi, (9/1/2026) – Di tengah dinamika pembinaan olahraga pelajar yang terus bergerak mencari bibit unggul, dunia pencak silat nasional kembali mencatat kemunculan atlet muda yang menunjukkan konsistensi prestasi sejak usia dini. Dari Kota Bekasi, nama Garuda Adam Pratama perlahan namun pasti menegaskan posisinya sebagai salah satu pesilat pelajar yang layak mendapat perhatian lebih. Atlet asal SMP Islam Al-Fajar Bekasi ini berhasil menorehkan sejumlah capaian membanggakan di berbagai ajang kejuaraan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Garuda Adam Pratama merupakan atlet binaan Perguruan Satria Muda Indonesia (SMI), sebuah perguruan yang dikenal aktif dalam pembinaan atlet usia dini dan remaja. Melalui proses latihan yang disiplin, berjenjang, dan berkelanjutan, Garuda tumbuh sebagai pesilat muda dengan karakter bertanding yang tenang, fokus, dan berorientasi pada teknik. Perjalanan prestasinya tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang mengedepankan konsistensi dan ketekunan.
Pencapaian tertinggi Garuda Adam Pratama sejauh ini tercatat saat ia berhasil meraih Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Menpora 2025 yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia. Medali emas tersebut menjadi penanda penting dalam perjalanan kariernya, sekaligus membuktikan kapasitasnya untuk bersaing di level nasional meskipun masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah pertama. Kemenangan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, perguruan, serta komunitas pencak silat di Bekasi.

Tak berhenti di satu capaian, Garuda juga menunjukkan konsistensi performa dengan meraih Juara 2 Indonesia Pencak Silat Championship 5, sebuah ajang nasional yang mempertemukan atlet-atlet muda terbaik dari berbagai daerah. Prestasi ini memperlihatkan kemampuannya dalam menjaga stabilitas teknik dan mental bertanding di tengah ketatnya persaingan.
Di tingkat regional, Garuda Adam Pratama turut mencatatkan hasil positif dengan meraih Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Bekasi Candrabaga Cup 3, serta Medali Perunggu pada Kejuaraan Pencak Silat Kota Bekasi Challenge II. Rangkaian prestasi tersebut mencerminkan perjalanan kompetitif yang progresif dan berkesinambungan, sekaligus menunjukkan bahwa Garuda mampu beradaptasi dengan berbagai karakter lawan dan dinamika pertandingan.
Dalam wawancara eksklusif, Garuda Adam Pratama mengungkapkan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga baginya, melainkan bagian dari proses pembentukan diri. Ia mengaku bahwa setiap pertandingan selalu ia maknai sebagai ruang belajar, baik dalam hal teknik maupun pengendalian emosi.
“Setiap kejuaraan pasti ada tekanan, tapi saya selalu berusaha fokus pada latihan yang sudah dijalani. Bagi saya, bertanding bukan hanya soal menang, tapi bagaimana bisa tampil maksimal dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dipersiapkan,” ujar Garuda.

Ia juga menekankan peran penting dukungan lingkungan, mulai dari pelatih, perguruan, sekolah, hingga keluarga. Menurutnya, keseimbangan antara pendidikan dan olahraga menjadi kunci agar proses pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Saya tetap berusaha menjalankan kewajiban sebagai pelajar. Dari pelatih dan sekolah juga selalu diingatkan agar prestasi olahraga sejalan dengan pendidikan,” tambahnya.
Lebih jauh, keberhasilan Garuda Adam Pratama mencerminkan sinergi antara pembinaan olahraga dan pendidikan karakter. Melalui pencak silat, ia tidak hanya diasah secara fisik dan teknik, tetapi juga dibentuk nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan seorang atlet muda menghadapi berbagai tantangan kompetisi.
Sebagai pelajar SMP yang telah mencicipi atmosfer kejuaraan nasional, Garuda Adam Pratama kini dipandang sebagai salah satu potensi masa depan pencak silat Indonesia. Dengan konsistensi latihan, pendampingan yang tepat, serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, ia diyakini memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan melangkah ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.
Ke depan, Garuda berharap dapat terus meningkatkan kualitas diri dan membawa nama baik sekolah, perguruan, serta daerah asalnya. Ia juga menyimpan harapan sederhana namun kuat, yakni dapat terus bertanding dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan semangat belajar. “Yang terpenting bagi saya adalah terus berkembang dan tidak cepat puas. Masih banyak yang harus dipelajari,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































