Kota Tebing Tinggi, Kamis (08/01) – Pelayanan kesehatan yang responsif dan tanpa sekat birokrasi kembali menjadi sorotan publik. Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Suliyem (67), warga Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, diduga ditolak untuk dirawat oleh RS Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, akhirnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Swasta Chevani.
Sebelumnya dikabarkan mendapat penolakan dari RSU Dr. Kumpulan Pane dengan alasan keterbatasan ruang rawat.
Respons Cepat Tanpa Sekat Birokrasi Berbeda dengan pengalaman di fasilitas pelayanan kesahatan sebelumnya, RS Swasta Chevani menunjukkan komitmen kemanusiaan yang tinggi dengan langsung menerima pasien melalui instalasi gawat darurat (IGD) tanpa menuntut prosedur administrasi yang rumit di awal.
Tim medis segera melakukan tindakan penyelamatan (life-saving) secara intensif guna memastikan kondisi pasien stabil. Nakes memegang prinsip bahwa keselamatan nyawa pasien adalah prioritas utama. Mengenai status ekonomi dan administrasi, itu urusan belakangan. Yang terpenting pasien tertangani secara medis terlebih dahulu,”.
Kritik Terhadap Efektivitas Pengawasan Daerah Insiden penolakan di RSKP sebelumnya memicu keprihatinan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat. Meskipun Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih kerap melakukan kunjungan dan memimpin apel di RSUD tersebut, kejadian ini dianggap sebagai sinyal bahwa kehadiran simbolis pemimpin daerah belum berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan di lapangan.
Warga menilai, reformasi kesehatan di instansi milik daerah seharusnya menyentuh aspek fundamental, yakni aksesibilitas bagi warga miskin, bukan sekadar menjadi ruang untuk kegiatan seremonial atau dokumentasi publik semata.

Amanat Pelayanan Kemanusiaan
Kasus ini menjadi preseden penting bahwa pelayanan kesehatan bagi keluarga tidak mampu seharusnya tidak dipersulit oleh alasan teknis seperti ketersediaan ruangan, terutama dalam kondisi darurat. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang yang mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan memberikan pertolongan pertama kepada pasien tanpa mendahulukan kepentingan finansial.
Saat ini, Suliyem (67), yang di dampingi anaknya Sunita tengah menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tim dokter spesialis RS Chevani. Pihak keluarga menyatakan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kedermawanan dan kecepatan penanganan yang diberikan oleh pihak swasta di saat pintu fasilitas kesehatan milik pemerintah tertutup bagi mereka.
(Narasi : Surya Ningsih / Aktivis Perempuan, Kemanusiaan dan Sosial)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































