Perkembangan teknologi digital menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Transformasi digital tidak hanya mengubah cara menghasilkan dan mendistribusikan barang, tetapi juga meningkatkan daya saing dengan membuat proses lebih efisien dan transparan. Sesuai dengan pendapat Arifin et al. (2025), teknologi digital merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat dan fondasi pembangunan berkelanjutan.
Digitalisasi memungkinkan bisnis berjalan lebih cepat, tepat, dan terukur, sehingga kualitas produk meningkat sesuai standar pasar. Teknologi juga membantu pengusaha mengurangi kesalahan, menghemat biaya, serta memperluas pasar melalui e-commerce dan media sosial. Namun, manfaat teknologi belum dirasakan semua kalangan karena keterbatasan infrastruktur dan literasi digital rendah. Uli et al. (2024) menekankan bahwa inovasi berbasis teknologi harus sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi setempat agar memperkuat ketahanan masyarakat.
Peran Inovasi Teknologi dalam Ekonomi Masyarakat
Santoso & Widodo (2024) menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital memperkuat daya saing UMKM dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Franky et al. (2025) menegaskan bahwa media dan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan peran UMKM. Purba et al. (2025) menambahkan bahwa inovasi berbasis teknologi memperkuat jaringan ekonomi dan mempercepat hubungan pasar lokal dengan global.
Teknologi digital juga menekan biaya distribusi, mempercepat logistik, dan memudahkan transaksi melalui sistem pembayaran digital. Santoso & Widodo (2024) menekankan bahwa informasi yang terbuka lewat teknologi digital meningkatkan kepercayaan pelanggan. Franky et al. (2025) menyoroti peran komunitas digital dalam memperkuat solidaritas ekonomi. Purba et al. (2025) menekankan bahwa digitalisasi mempercepat UMKM masuk ke pasar internasional.
Tantangan Inovasi Teknologi dalam Ekonomi Masyarakat
Koswara (2024) menyoroti kesenjangan infrastruktur digital antara perkotaan dan pedesaan. Laporan Sosial dan Digital (2025) menyebutkan rendahnya literasi digital menghambat penerimaan inovasi. Fatimah Politeknik (2023) menekankan perlunya pendidikan vokasi berbasis teknologi agar sesuai kebutuhan industri.
Koswara (2024) juga menegaskan bahwa kebijakan yang terlambat merespons perkembangan digital memperbesar kesenjangan ekonomi. Laporan Sosial dan Digital (2025) menunjukkan nilai budaya dan kebiasaan lama menjadi hambatan. Fatimah Politeknik (2023) menambahkan bahwa teknologi harus memperhatikan faktor lingkungan agar berkelanjutan.
Solusi Menghidupkan Inovasi Teknologi pada Ekonomi Masyarakat
Rika et al. (2025) menekankan literasi digital sebagai dasar penting agar UMKM dapat memanfaatkan teknologi. Suwandi & Meilinda (2024) menyoroti pentingnya teknologi ramah lingkungan untuk ketahanan sosial dan pangan. Indrayani et al. (2023) menekankan pemasaran digital berbasis lokal untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Kerja sama antar lembaga menjadi faktor penting. Rika et al. (2025) menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah, akademisi, dan swasta mempercepat ekosistem digital. Suwandi & Meilinda (2024) menekankan kebijakan fleksibel untuk mempercepat penerapan teknologi. Indrayani et al. (2023) menambahkan bahwa pemasaran digital berbasis identitas lokal memberi nilai tambah bagi UMKM.
Inovasi teknologi berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Arifin et al. (2025) menekankan bahwa teknologi digital meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing UMKM. Namun, Koswara (2024) dan Laporan Sosial dan Digital (2025) menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur, literasi rendah, dan resistensi budaya masih menjadi hambatan.
Rika et al. (2025) dan Suwandi & Meilinda (2024) menekankan pentingnya literasi digital, kebijakan fleksibel, dan teknologi ramah lingkungan. Indrayani et al. (2023) menambahkan bahwa memadukan teknologi dengan kearifan lokal menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, inovasi teknologi dapat menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































