Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) adalah program prioritas dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN).
GATI bertujuan untuk meningkatkan peran aktif ayah dalam pengasuhan anak, pendampingan remaja dan pembangunan keluarga berkualitas melalui pendekatan edukasi, konseling digital, serta pembinaan di tingkat komunitas dan sekolah agar ayah menjadi figur sentral yang terlibat penuh dalam tumbuh kembang anak dan ketahanan keluarga. GATI ini hadir sebagai respons terhadap fenomena fatherless, yaitu banyak anak yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah baik secara fisik atau emosional. Adapun indikator dari Gerakan Ayah Teladan sebagai berikut:
1. Interaksi (Paternal Engagement)
Interaksi adalah bentuk komunikasi dan keterlibatan aktif antara ayah dan anak dalam kehidupan sehari-hari. Indikator ini menekankan bahwa ayah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga berkomunikasi, merespon dan membangun hubungan emosional dengan anak. Interaksi ini mencakup:
· Komunikasi verbal (Mengobrol, bercerita, mendengar keluh kesah anak)
· Komunikasi non-verbal (gestur, ekspresi wajah, sentuhan positif)
· Waktu berkualitas bersama
· Kehadiran ayah sebagai teman belajar dan teman bermain
Tujuannya adalah untuk menciptakan kedekatan emosional, rasa aman dan hubungan yang hangat antara ayah dan anak. Contoh interaksi antara anak dan ayah yang dapat dilakukan antara lain:
· Ayah meluangkan waktu 5-10 menit untuk menanyakan kabar anak.
· Ayah memberikan perhatian penuh ketika anak bercerita tanpa memotong pembicaraan, tanpa bermain HP.
· Bermain bersama anak, seperti bermain lego, menggambar, bermain bola, membuat puzzle.
· Menemani kegiatan rutin seperti belajar, menemani mengerjakan PR, membaca buku sebelum tidur.
· Memberikan respons positif ketika anak bertanya atau bercerita, ayah mmeberikan respons yang lembut, mendukung dan informatif, seperti duduk minum teh sore sambil mengobrol, menonton film bersama, jalan-jalan bersama.
2. Aksesibilitas (Accessibility)
Aksesibilitas adalah sejauh mana ayah mudah dijangkau, mudah dihubungi dan siap hadir ketika anak membutuhkan dukungan, bantuan atauperhatian. Indikator ini menekankan bahwa ayah bukan hanya hadir di rumah, tetapi juga:
· Membuka ruang untuk berinteraksi kapan saja
· Memberi kesempatan anak mendekat
· Tidak menciptakan jarak emosional
· Siap merespons kebutuhan anak secara cepat dan wajar
Aksesibilitas berarti ayah dapat diandalkan dan tidak menghilang ketika dibutuhkan baik fisik maupun emosional. Contoh dari aksesibilitas diantara lain:
· Ayah mudah untuk dihubungi, anak bisa menghubungi ayah lewat telepon/ WA jika ada kebutuhan mendadak dan ayah memberi tahu jadwalnya sehingga anak tau kapan ayah dapat di jangkau.
· Ayah menyediakan waktu khusus untuk bercengkrama dengan anak, mislanya setiap malam atau akhir pekan dan tidak sibuk sendiri sepanjang waktu baik selalu dnegan HP/ pekerjaan.
· Ayah siap hadir ketika anak membutuhkan bantuan, seperti ketika anak meminta ditemani ke dokter, anak ingin ditemani belajar, ketika anak merasa takut, sedih atau bingung ayah hadir, bukan mengabaikan.
· Ayah membuka ruang dialog, tidak marah ketika anak bercerita, memberikan kesempatan anak bertanya tanpa merasa takut, menunjukkan sikap boleh mendekat kapan saja.
· Ayah tidak menjaga jarak secara emosional, meberikan perhatian saat anak butuh dukungan, anak merasa nyaman untuk memeluk, meminta pendapat atau meminta bantuan.
· Ayah tidak menciptakan hambatan, seperti bersikap tertutup, cuek, terlalu keras sehingga anak takut mendekat, ayah selalu berkata sibuk tanpa upaya menyediakan waktu.
3. Tanggung jawab (Responsibility)
Tanggung jawab adalah komitmen ayah untuk memenuhi peran pengasuhan, menjaga kesejahteraan anak, serta mengambil bagian dalam keputusan penting terkait tumbuh kembang anak. Indikator ini menekankan bahwa ayah:
· Tidak hanya menjadi penyedia nafkah
· Mengambil peran aktif dalam mengurus, membimbing merawat dan melindungi anak
· Berbagi peran pengasuhan secara setara dengan ibu
Tanggung jawab mencakup aspek fisik, emosional, pendidikan, moral dna kehidupan sehari-hari anak. Contoh tanggung jawab ayah adalah:
· Membantu pengasuhan sehari-hari seperti mendidik anak, membantu menyuapi atau menyiapkan makanan, mengganti pakaian, mengantar dan menjemput sekolah.
· Terlibat dalam pendidikan anak, ayah tidak menyerahkan semua pada ibu, mislanya menemani anak belajar, menghadiri rapat orang tua di sekolah, membuat keputusan bersama terkait pendidikan seperti memilih sekolah, bimbel, kegiatan ekstrakurikuler.
· Mengambil peran dalam kesehatan anak, memeriksakan anak ke dokter, membawa anak ke posyandu dan memantau imunisasi dan tumbuh kembang.
· Memberikan perlindungan fisik dan emosional, ayah memastikan anak merasa aman seperti menenangkan anak yang ketakutan atau cemas, melindungi anak dari kekerasan fisik/mental, mengajarkan batasan dan keselamatan misalnya tidak bermain di tempat berbahaya.
· Bertanggung jawab dalam pembentukan karakter, seperti mengajarkan kejujuran, disiplin, sopan santun dan tanggung jawab terhadap tugas.
· Tidak mengabaikan tugas ayah, tidak menyerahkan semua tanggung jawab kepada ibu, tidak menghindar dari masalah anak, tidak membuat alasan sibuk setiap saat tanpa upaya hadir.
· Membantu menyelesaikan masalah anak, ayah membantu saat anak kesulitan memahami pelajaran, memberi solusi ketika anak mengalami konflik dengan teman, memberi bimbingan saat anak bingung dalam pengambilan keputusan.
4. Keterlibatan (Involvement)
Keterlibatan adalah sejauh mana ayah aktif berpartisipasi dalam berbagai aktivitas anak baik aktivitas harian, pendidikan, sosial maupun kegiatan keluarga. Indikator ini menekankan bahwa ayah tidak hanya hadir dan bertanggung jawab, tetapi juga:
· Mengambil bagian langsung dalam kegiatan anak
· Turut mendampingi
· Berpartisipasi dalam proses tumbuh kembang
· Menjadi rekan kegiatan, bukan sekedar pengawas.
Keterlibatan berarti ayah terjun langsung, bukan hanya memantau dari jauh atau memberikan instruksi. Contoh keterlibatan ayah:
· Ikut serta dalam aktivitas harian anak seperti, menemani anak bermain bola, sepeda atau permainan edukatif, membaca buku cerita bersama, membuat kerajinan tangan atau menggambar bersama, memasak atau menyiapkan bekal sekolah bersama.
· Terlibat dalam kegiatan sekolah dan pendidikan, seperti menghadiri rapat orangtua, mendampingi anak mengerjakan tugas sekolah, ikut hadir dalam acara sekolah, membantu anak memahami materi pelajaran.
· Mengikuti kegiatan kesehatan anak
· Berpartisipasi dalam kegiatan sosial, menemani anak menghadiri acara keluarga, memperkenalkan anak dnegan lingkungan sosial yang sehat, ikut serta dalam kegiatan gotong royong desa atau acara komunitas bersama anak.
· Menemani anak dalam kegiatan rekreasi, jalan-jalan bersama, berlibur keluarga, menonton film atau bermain di taman, olahraga bersama
· Mengajak anak berdiskusi tentang minat dan bakat, ayah membantu anak menggali potensi seperti berdiskusi tentang anak, mendukung anak mengikuti les atau kegiatan ekstrakurikuler, membantu anak membuat keputusan tentang minatnya.
· Keterlibatan dalam aktivitas emosional seperti, ikut menenangkan anak saat sedih,mendampingi anak menghadapi kegagalan atau tekanan sosial, menjadi tempat anak bercerita dam meminta dukungan.
-NA
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































