SIARAN BERITA. Banyuwangi (09/03/26) – Mahasiswa program Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (Unair) bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat Go East Java 2.0 melalui program bertajuk “Seporsi Nutrisi untuk Banyuwangi.” Program ini berfokus pada edukasi pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi yang tepat bagi ibu dan anak.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 2 Maret 2025 di Balai Desa Jelun, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut diikuti oleh 15 ibu muda yang terdiri dari ibu hamil dan perempuan yang belum menikah sebagai calon ibu, serta 7 kader kesehatan desa dan 1 bidan desa yang turut mendampingi kegiatan. Kehadiran kader dan tenaga kesehatan desa diharapkan dapat membantu keberlanjutan edukasi kesehatan kepada masyarakat setelah kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pencegahan stunting yang disampaikan oleh mahasiswa melalui media presentasi PowerPoint (PPT). Materi yang diberikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemilihan bahan makanan bergizi, serta contoh menu sederhana yang dapat dipraktikkan oleh masyarakat untuk mendukung pertumbuhan anak dan mencegah stunting sejak dini.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demo masak pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bersama para peserta. Menu yang diperkenalkan adalah Bola Tahu Ayam Kelor, yaitu olahan makanan bergizi dengan kombinasi tahu dan daging ayam sebagai sumber protein, serta daun kelor yang kaya vitamin, mineral, dan zat besi yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak dan pencegahan stunting. Dalam sesi ini juga dijelaskan bahwa total energi dan pembagian porsi makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan gizi, mulai dari ibu hamil hingga bayi usia 6–59 bulan.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Zero Hunger) melalui upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, serta SDGs 3 (Good Health and Well-Being) melalui edukasi kesehatan dan pencegahan stunting.
Salah satu kader kesehatan Desa Jelun, Bu Anis, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi para kader. “Kita tadi membuat bola-bola tahu ayam yang dicampurkan dengan daun kelor untuk mencegah adanya stunting. Kegiatan ini sangat inovatif bagi kami kader kesehatan di Desa Jelun untuk menambah pengetahuan terkait variasi menu makanan yang nantinya akan kami implementasikan sebagai PMT di kegiatan posyandu,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa UTM turut memperkenalkan kreasi menu takjil berbahan sagu dan gula merah.
“Berita ini mendukung SDGs 2 (Zero Hunger) dan SDGs 3 (Good Health and Well-Being)”

#SDGs2#ZeroHunger#SDGs3# GoodHealthandWellBeing#SDGsUNAIR
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































