Surabaya – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi anak-anak di Panti Asuhan Al Jabbar pada Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital serta mengenalkan pemanfaatan AI secara bijak sejak dini.
Pelatihan bertajuk “Kenal AI Sejak Dini: Cerdas, Kreatif, dan Bijak Teknologi” tersebut diikuti oleh 22 peserta dan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, hingga permainan edukatif berbasis AI. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman anak-anak terhadap teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence, serta keterbatasan akses edukasi teknologi di lingkungan panti asuhan.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UPN “Veteran” Jawa Timur. Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Ibu Eristya Maya Safitri, S.Kom, M.Kom dan Ibu Imroatul Ajizah, S.Pd., M.Pd bersama tim mahasiswa yaitu M Ahnaf Zaki, Lingga Dwi Al Farizi, dan Firman Rachmadi sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait AI. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar AI, manfaat, serta risiko penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Tim pelaksana juga memberikan demonstrasi penggunaan teknologi AI, seperti chatbot dan AI image generator, yang kemudian dipraktikkan langsung oleh peserta dengan pendampingan fasilitator.

Ketua tim pelaksana, M Ahnaf Zaki, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara kerja serta dampaknya, sehingga bisa menggunakan AI secara bijak dan kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Eristya Maya Safitri menyampaikan bahwa pengenalan teknologi AI kepada anak-anak perlu dilakukan sejak dini agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
“AI akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di masa depan. Karena itu, anak-anak perlu dibekali pemahaman agar dapat menggunakan teknologi secara kreatif, aman, dan bijak,” jelasnya.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ibu Imroatul Ajizah. Menurutnya, metode pembelajaran interaktif seperti praktik langsung dan permainan edukatif mampu meningkatkan minat belajar peserta terhadap teknologi digital.
“Pendekatan yang menyenangkan membuat anak-anak lebih mudah memahami materi dan lebih percaya diri dalam mencoba teknologi baru,” tuturnya.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan. Berdasarkan evaluasi melalui post-test, seluruh peserta memperoleh nilai di atas 80, bahkan sebagian besar mencapai nilai sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan—kombinasi antara teori, praktik, dan interaksi—efektif dalam meningkatkan literasi digital anak-anak.
Salah satu peserta, Nita (12), mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Belajarnya seru, apalagi pas coba bikin gambar pakai AI. Jadi lebih tahu kalau teknologi bisa dipakai untuk hal positif,” katanya.

Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan minat dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan teknologi. Berdasarkan umpan balik peserta, materi yang disampaikan dianggap mudah dipahami dan praktik langsung memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan sempat menghadapi beberapa kendala, seperti keterlambatan peserta dan perbedaan tingkat pemahaman teknologi. Namun, tim pelaksana mengatasinya dengan memberikan pendampingan intensif serta menyesuaikan alur kegiatan agar tetap berjalan efektif.
Ke depan, tim berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan institusi pendidikan, diharapkan dapat memperluas akses literasi digital bagi anak-anak, khususnya di lingkungan yang memiliki keterbatasan fasilitas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap nilai-nilai kecerdasan, kreativitas, dan kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi dapat tertanam sejak dini sehingga anak-anak mampu menghadapi tantangan era digital dengan lebih siap dan percaya diri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































