Lamongan, 24 Maret 2026 – Sebuah investigasi berbasis data publik mengungkap bahwa anggaran sebesar Rp1 miliar untuk pengadaan fasilitas Rumah Inspirasi Pemuda Kabupaten Lamongan pada tahun 2023 hanya terserap 4,99 persen atau Rp49,9 juta. Artinya, Rp950,1 juta tidak terserap dan tidak pernah dikonversi menjadi manfaat nyata bagi pemuda Lamongan.
Temuan ini terungkap dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan Tahun 2023. Pada sub kegiatan 2.19.02.1.01.03 “Penyediaan Prasarana dan Sarana Kepemudaan”, alokasi dana Rp1.000.000.000 direncanakan untuk pengadaan peralatan kreatif, furnitur, serta sarana penunjang co‑working space di Gedung Pemuda yang kini dikenal sebagai Rumah Inspirasi Pemuda. Namun realisasi belanja hanya mencapai Rp49.900.000, sementara program non‑fisik di bidang kepemudaan mencatat realisasi hampir 100 persen.
Rumah Inspirasi Pemuda berlokasi di Jalan Lamongrejo Nomor 126, Lamongan. Gedung ini diresmikan Bupati Yuhronur Efendi pada 19 Maret 2022 dengan pesan agar pemuda memanfaatkan fasilitas tersebut secara aktif. “Gunakanlah rumah ini, karena gratis. Lahirnya rumah ini diharapkan bisa menegaskan peran pemuda sebagai agen perubahan untuk melahirkan berbagai inspirasi dalam bentuk karya,” kata bupati dalam laporan berita saat peresmian.

Namun observasi lapangan yang dilakukan pada Maret 2026 menunjukkan kondisi yang kontras. Tim menelusuri gedung dalam keadaan pintu terkunci dengan rantai dan gembok, suasana sepi tanpa aktivitas pemuda maupun petugas di lokasi. Hanya sedikit signage dan informasi publik yang tersedia, serta tidak ada nomor kontak atau laman resmi yang tertera di profil Google Maps, padahal jam operasional tercatat 09.00–23.00 setiap hari.
Pada periode yang sama, tidak ditemukan jejak paket tender terkait pengadaan sarana kepemudaan di LPSE Lamongan sepanjang 2023. Hal ini memperkuat dugaan bahwa proses lelang atau pengadaan barang/jasa untuk mengisi fasilitas tersebut tidak pernah dimulai secara formal.
Selain itu, perubahan struktur organisasi turut memengaruhi pengelolaan aset ini. Pada 2025, urusan Dispora secara resmi digabung ke dalam Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan. Transisi ini diyakini menimbulkan ketidakjelasan tanggung jawab operasional, sehingga fasilitas seperti Rumah Inspirasi Pemuda seperti “tak bertuan”.
Masyarakat dan kelompok pemuda Lamongan berhak meminta kejelasan pengelolaan uang negara ini. Berdasarkan temuan investigasi, publik dapat mengajukan permohonan informasi publik melalui PPID Kabupaten Lamongan atau kanal pengaduan LAPOR! untuk meminta penjelasan rincian rencana penggunaan Rp1 miliar di DPA 2023, penyebab rendahnya realisasi, serta rencana operasional pengelolaan Rumah Inspirasi Pemuda pasca penggabungan OPD.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































