Bantul (MAN 4 Bantul) – Pagi Ahad (29/03/2026) di mushala MAN 4 Bantul terasa teduh dan penuh kehangatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari dalam mushala seolah menjadi pembuka yang menenangkan hati para hadirin yang datang dalam rangka mengikuti kegiatan Syawalan keluarga besar MAN 4 Bantul. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi setelah Hari Raya Idulfitri sekaligus ruang untuk mempererat kebersamaan antar warga madrasah.
Acara syawalan tersebut dihadiri oleh keluarga besar MAN 4 Bantul yang terdiri dari guru, pegawai, alumni guru, serta berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan madrasah. Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menghadirkan narasumber, Ustadz H. Sahirin, S.Sos.I, untuk menyampaikan tausiyah yang memberikan pencerahan kepada seluruh peserta.
Rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan tertata. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana religius di mushala. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh kekhusyukan. Momentum syawalan semakin terasa ketika seluruh hadirin bersama-sama mengucapkan ikrar syawalan sebagai simbol saling memaafkan dan memperkuat tali persaudaraan.
Memasuki sesi inti, Ustadz H. Sahirin, S.Sos.I menyampaikan tausiyah yang mengangkat tema tentang hikmah silaturahmi dan makna syawalan dalam kehidupan seorang muslim. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa silaturahmi tidak hanya menjadi tradisi setelah Idulfitri, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang besar.
Menurutnya, silaturahmi mampu memperpanjang umur dalam keberkahan, melapangkan rezeki, serta memperkuat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa menjaga hubungan baik antarsesama merupakan bagian dari akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan syawalan tersebut. Ia berharap momentum ini dapat semakin mempererat hubungan di lingkungan madrasah.
“Syawalan ini menjadi kesempatan berharga bagi kita semua untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan. Semoga melalui kegiatan ini, tali silaturahmi keluarga besar MAN 4 Bantul semakin erat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Syaefulani.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh narasumber. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang tercipta pada kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa syawalan bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan MAN 4 Bantul. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































