PALEMBANG – Suasana ruang kelas 5.A SDN 157 Palembang pada Rabu (01/04) pagi tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi suasana tegang saat pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Sebaliknya, ruang kelas justru riuh dengan tepuk tangan dan decak kagum saat satu per satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan karya digital mereka.
Dibimbing oleh guru kelas, para siswa ditantang untuk menyusun materi pembelajaran IPAS ke dalam bentuk presentasi menarik menggunakan aplikasi desain Canva. Hebatnya, mulai dari pemilihan gambar, penyusunan teks, hingga penambahan animasi, seluruhnya dikerjakan secara perkelompok oleh para siswa.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan literasi digital kepada siswa sejak tingkat dasar. Jika biasanya guru yang menjelaskan di depan kelas menggunakan papan tulis, kali ini peran tersebut diambil alih oleh para siswa.
Dengan percaya diri, mereka memaparkan berbagai topik mulai dari berbagai macam rumah adat, bahasa daerah, pakaian adat, makanan khas, serta tarian daerah melalui slide yang berwarna-warni dan penuh animasi menarik.
“Awalnya saya grogi harus bicara di depan teman-teman, tapi karena PPT yang kelompok saya buat di Canva hasilnya bagus dan ada animasinya, saya jadi bersemangat,” ujar Syifa, salah satu siswa kelas 5. A yang membawakan materi tentang Rumah adat dan Maknan Khas.
Penggunaan media Canva terbukti meningkatkan minat belajar siswa. Materi IPAS yang sering dianggap sulit dan penuh hafalan, berubah menjadi proyek kreatif yang menyenangkan. Siswa bebas mengekspresikan pemahaman mereka melalui visual yang mereka sukai.
Ibu Yulia, selaku wali kelas 5.A SDN 157 Palembang, menyatakan rasa bangganya atas keberanian para siswa.
“Saya sangat terkesan. Ternyata anak-anak kita sangat cepat belajar teknologi. Mereka tidak hanya paham materinya, tapi juga mampu mengemasnya secara visual. Ini adalah bekal penting bagi mereka di masa depan yang serba digital,” ungkap beliau.
Selain kemampuan teknologi, sesi presentasi ini juga menjadi sarana untuk melatih mental dan cara berkomunikasi (public speaking) para siswa. Mereka diajarkan cara menjawab pertanyaan dari teman sebaya dan menjelaskan poin-poin penting dengan bahasa mereka sendiri.
Acara yang berlangsung selama dua jam pelajaran ini ditutup dengan sesi apresiasi bagi kelompok paling kreatif. Dengan adanya kegiatan seperti ini, SDN 157 Palembang membuktikan bahwa keterbatasan usia bukan penghalang bagi siswa untuk menguasai teknologi dan tampil berani di depan publik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































