Jakarta – Di tengah ketatnya persaingan 21 tim dari berbagai sekolah unggulan, tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) Bahasa Prancis MAN 1 Yogyakarta sukses menembus babak final dan mengamankan Juara 3 tingkat nasional, Rabu (22/04/2026). Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas, kecepatan berpikir, serta kedalaman pemahaman murid MAN 1 Yogyakarta dalam bidang bahasa dan budaya Prancis.
Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan berbahasa, tetapi juga menuntut pemahaman mendalam tentang kehidupan sosial dan budaya Prancis. Dengan tingkat kesulitan soal yang tinggi, para peserta ditantang untuk berpikir kritis, cepat, dan akurat dalam menjawab berbagai pertanyaan yang mencerminkan konteks autentik budaya Prancis.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam penguasaan bahasa asing dan wawasan global,” terang Edi.
Guru Bahasa Perancis MAN 1 Yogyakarta sekaligus pembimbing lomba Ainun Nurfadhila Syahban, S. Pd., menyatakan bahwa anak-anak menunjukkan komitmen dan semangat belajar yang luar biasa. Menurut Ainun, ketiga wakil MAN 1 Yogyakarta ini mempersiapkan dengan matang untuk maju dalam lomba ini. “Mereka tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami materi secara mendalam,” kata Ainun.

Tim MAN 1 Yogyakarta yang terdiri dari R. Muhammad Dimas Mulqi Alvarez (XI B), Muhammad Akmal Hazim Ayub Wahab (XI E), dan Risma Putri Dianingtyas (XI B) tampil solid sepanjang perlombaan. Mereka berhadapan dengan sekolah-sekolah unggulan seperti SMA Labschool Jakarta, SMK Bunda Mulia Petojo, SMAN 2 Cibinong, SMAN 113 Jakarta, Pondok Pesantren Daar El-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza Tangerang dan beberapa SMA ternama lainnya.
Perlombaan berlangsung dalam beberapa tahap yang kompetitif. Babak penyisihan diikuti oleh 21 tim yang dibagi dalam 7 sesi, masing-masing terdiri dari 3 tim, dengan fokus soal pada pengetahuan budaya Prancis. Babak semifinal mempertemukan 4 tim terbaik dalam 2 sesi untuk menentukan finalis. Pada babak final, tiga tim terbaik saling berhadapan dan diuji melalui soal-soal kebahasaan dengan sistem cepat-tepat menggunakan tombol listrik, di mana kecepatan dan ketepatan menjadi kunci utama kemenangan.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari persiapan intensif yang dilakukan tim selama 1 – 2 minggu sebelum perlombaan. Mereka bahkan mengambil dispensasi dari beberapa pelajaran untuk fokus memperdalam materi dan berlatih secara maksimal. Dedikasi tersebut membuahkan hasil dengan performa yang konsisten dan kompetitif hingga babak akhir.
Salah satu anggota tim, Dimas, mengungkapkan bahwa babak final menjadi pengalaman paling menantang karena kami harus berpikir cepat dalam waktu singkat.
“Kami sangat bersyukur bisa meraih Juara 3 dan membawa nama MAN 1 Yogyakarta,” jelas Dimas berbinar. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































