Yogyakarta – MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan kokurikuler bagi murid kelas X berupa pembuatan vertical garden pada Jumat (24/04/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop kokurikuler bertajuk “Zero Waste” yang sebelumnya diisi oleh influencer lingkungan, Yoso Farm.
Sebelum pelaksanaan, setiap kelas telah mempresentasikan konsep vertical garden yang akan dikembangkan. Konsep tersebut meliputi pemilihan jenis tanaman, media tanam, wadah yang digunakan, hingga rencana pengolahan hasil panen. Tanaman yang dipilih merupakan tanaman budidaya dengan masa panen relatif singkat, yakni sekitar 1,5 hingga 2 bulan. Adapun wadah tanam yang digunakan berasal dari barang bekas yang tidak terpakai sebagai bentuk implementasi prinsip zero waste.
Pada hari pelaksanaan, setiap kelas dibagi ke beberapa lokasi, yaitu lapangan bulutangkis, lapangan tenis meja, serta area parkir depan ruang guru IPA dan Bahasa. Di lokasi tersebut, murid mulai mempersiapkan media tanam dan menghias wadah yang akan digunakan sebelum proses penanaman bibit dilakukan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para murid menunjukkan kreativitas dalam merancang vertical garden. Salah satu inovasi menarik ditunjukkan oleh kelas XC yang mengusung konsep terinspirasi dari permainan Tetris. Mereka memanfaatkan toples bekas sebagai pot, kemudian mengecatnya dengan beragam warna menyerupai susunan balok pada permainan tersebut.

Setelah tahap persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan vertical garden. Setiap kelas mendapatkan satu blok pagar di sisi selatan MAN 1 Yogyakarta sebagai lokasi penempatan. Bibit tanaman yang telah ditanam kemudian menjadi tanggung jawab masing-masing kelas untuk dirawat hingga masa panen tiba.
Hasil dari vertical garden ini rencananya akan dipamerkan dalam kegiatan panen karya yang akan diselenggarakan pada akhir Juni 2026. Produk yang dipamerkan tidak hanya berupa tanaman, tetapi juga dapat berupa hasil olahan dari panen tersebut.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan pengembangan kreativitas murid. Saya sangat mengapresiasi semangat, inovasi, dan kerja sama yang ditunjukkan oleh seluruh murid dalam menerapkan prinsip zero waste melalui pembuatan vertical garden.”
Melalui kegiatan ini, murid diharapkan tidak hanya memahami konsep Zero Waste secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (mzs)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































