JAKARTA – Kehadiran investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ternyata membawa dampak lebih dari sekadar suntikan modal bagi perekonomian nasional. Riset terbaru menunjukkan bahwa perusahaan asing berperan sebagai “guru” bagi perusahaan manufaktur domestik untuk keluar dari jerat inefisiensi yang telah lama menghambat produktivitas.
Studi bertajuk “The Double-Edge Sword: Does FDI Exacerbate Inefficiency Traps?” yang dimuat dalam Bulletin of Monetary Economics and Banking (2025) mengungkapkan bahwa perusahaan multinasional (MNC) berperan krusial dalam membantu perusahaan lokal mengatasi inefisiensi, baik yang bersifat sementara maupun yang sudah mengakar.
Penelitian yang disusun oleh Mohammad Zeqi Yasin, Miguel Angel Esquivias, dan Fichrie Fachrowi Adli ini muncul di tengah upaya pemerintah merevitalisasi sektor manufaktur. Saat ini, sektor tersebut menyumbang sekitar 19 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Efek ‘Tetangga’ Lebih Manjur
Salah satu temuan kunci dalam riset ini adalah bahwa faktor geografis ternyata jauh lebih menentukan ketimbang jenis industri dalam hal transfer teknologi. Para peneliti menemukan adanya “tumpahan spasial” (spatial spillovers), di mana perusahaan lokal yang berada di provinsi yang sama dengan perusahaan asing mendapatkan manfaat efisiensi yang jauh lebih besar.
Manfaat ini justru lebih kuat dibandingkan “tumpahan sektoral” atau berada di bidang bisnis yang sama namun lokasi berjauhan. Kedekatan fisik dengan perusahaan asing memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, kerja sama, hingga persaingan sehat yang memaksa pemain lokal untuk berinovasi dan memperbaiki praktik manajemen mereka agar tetap relevan di pasar.
Paradoks Eksportir
Riset ini juga mengungkap sebuah anomali yang disebut sebagai “paradoks ekspor.” Selama ini, perusahaan yang mampu menembus pasar internasional sering dianggap sebagai perusahaan yang paling efisien. Namun, data menunjukkan sebaliknya: para eksportir lokal justru sering kali memiliki celah inefisiensi yang lebih lebar dibandingkan perusahaan asing.
Fenomena ini terjadi karena kompleksitas dalam mengelola rantai pasok global dan tuntutan standar internasional yang sangat ketat. Tekanan luar biasa di pasar ekspor ini sering kali menimbulkan masalah pengelolaan sumber daya yang tidak ditemukan pada perusahaan yang hanya berfokus pada pasar domestik.
Bukan Sekadar Upah Murah
Temuan ini sekaligus menggoyahkan anggapan lama bahwa upah murah adalah motor utama pertumbuhan industri. Sebaliknya, studi ini menemukan bahwa upah yang lebih tinggi—sebagai indikator kualitas tenaga kerja—berkorelasi kuat dengan penurunan tingkat inefisiensi.
Perusahaan yang berani memberikan upah lebih tinggi cenderung memiliki kesiapan lebih baik dalam menyerap teknologi dan keahlian yang dibawa oleh investor asing. Selain itu, akses yang lebih luas terhadap bahan baku impor berkualitas juga membantu perusahaan lokal memperkecil ketertinggalan teknologi dari pemain global.
Integrasi, Bukan Sekadar Daya Tarik
Para peneliti menekankan bahwa kebijakan menarik investasi asing tidak boleh hanya terpaku pada nilai dolar yang masuk. Pemerintah harus mulai fokus membangun ekosistem yang memungkinkan terjadinya interaksi erat antara perusahaan asing dan lokal.
Riset ini merekomendasikan peta jalan kebijakan yang tidak hanya memangkas birokrasi, tetapi juga investasi besar-besaran di bidang pendidikan. Peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal menjadi syarat mutlak agar mereka mampu memanfaatkan kemajuan teknologi yang dibawa oleh pemain asing.
Pada akhirnya, ambisi industri jangka panjang Indonesia memerlukan evolusi kebijakan: dari sekadar menarik modal menjadi integrasi strategis. Dengan memperkecil celah inefisiensi melalui jaringan wilayah, perusahaan domestik diharapkan bisa naik kelas, dari sekadar pengikut menjadi pemain global yang kompetitif.
Laporan penelitian lengkap dapat diakses melalui: https://doi.org/10.59091/2460-9196.2370
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































