JAKARTA – Tragedi tabrakan maut antara KRL Commuter Line dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan sedikitnya 15 orang terus menyisakan duka dan pertanyaan besar . Di tengah proses investigasi yang tengah berlangsung, muncul desakan keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Ketua Jakarta Social Impact (JSI), Ferdiansyah Hermawan, yang meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap operator taksi online Green SM yang diduga menjadi pemicu awal insiden tersebut.
Ferdiansyah Hermawan menilai bahwa insiden ini bukan semata-mata kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan sebuah peristiwa yang menyoroti lemahnya pengawasan terhadap operasional kendaraan publik, khususnya taksi listrik. Ia mendesak agar pemerintah tidak hanya berhenti pada proses investigasi, tetapi juga berani menjatuhkan sanksi berat jika terbukti ada kelalaian sistemik dari pihak perusahaan.
“Kami di Jakarta Social Impact sangat prihatin dengan tragedi ini. Jika benar insiden ini dipicu oleh adanya kendaraan Green SM yang mogok atau melintas di perlintasan tanpa prosedur yang benar, maka ini adalah bukti nyata adanya masalah serius dalam manajemen keselamatan perusahaan tersebut,” ujar Ferdiansyah dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Desakan yang disampaikan oleh Ferdiansyah sejalan dengan sorotan dari berbagai pihak lain, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang meminta polisi bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki dugaan kelalaian sopir hingga track record keselamatan armada Green SM. Sahroni bahkan menyoroti bahwa armada serupa pernah terlibat kecelakaan kereta di Sawah Besar pada Desember 2025, yang mengindikasikan adanya pola kelalaian berulang .
“Jangan sampai ini terjadi lagi. Pemerintah harus bertindak tegas. Tidak cukup hanya sopirnya yang diperiksa, tetapi perusahaan juga harus dievaluasi, bahkan dicabut izin operasionalnya jika terbukti lalai secara sistemik,” tegas Ferdiansyah mengutip pernyataan publik sebelumnya.
Evaluasi Pemerintah dan Langkah Green SM
Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Perhubungan RI telah bergerak cepat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi pihaknya telah memanggil manajemen Green SM untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait standar operasional prosedur (SOP) dan sistem manajemen keselamatan perusahaan . Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, bahkan menyatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mendalami keterlibatan taksi tersebut, termasuk aspek perizinan dan kepatuhan operasional. Sanksi tegas mulai dari peringatan hingga pencabutan izin sudah mengintai jika ditemukan pelanggaran berat .
Sementara itu, manajemen Green SM Indonesia telah buka suara. Melalui akun Instagram resminya, perusahaan mengaku mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan otoritas . Namun, langkah mereka yang mematikan kolom komentar di media sosial justru menuai sorotan publik . Ferdiansyah menilai langkah tersebut sebagai bentuk ketidakterbukaan.
“Publik perlu informasi yang transparan. Mematikan kolom komentar bukanlah solusi. Jakarta Social Impact mendorong Green SM untuk kooperatif dan tidak menghilangkan bukti. Rakyat berhak tahu sejauh mana tanggung jawab mereka dalam tragedi yang merenggut nyawa ini,” tandas Ferdiansyah.
Saat ini, polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sopir taksi Green SM yang diamankan di Polres Metro Bekasi Kota, sementara proses evakuasi dan pendataan korban jiwa terus dilanjutkan oleh tim gabungan . Jakarta Social Impact (JSI) berkomitmen untuk mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan dan memastikan ada efek jera bagi pihak yang lalai.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































