Desa Bangle, 7 Maret 2026 – Upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam bidang kesehatan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan yang mengangkat topik swamedikasi dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaksanakan di Desa Bangle. Kegiatan ini diikuti oleh 30 warga setempat yang tampak antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik swamedikasi yang belum tepat di kalangan masyarakat, seperti penggunaan obat tanpa memperhatikan aturan pakai maupun indikasi yang sesuai. Selain itu, kasus DBD yang masih sering terjadi akibat kurangnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan menjadi perhatian penting. Oleh karena itu, kegiatan edukasi seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test guna mengetahui tingkat pengetahuan awal terkait swamedikasi dan DBD. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta masih berada pada kisaran nilai 70–80, yang mengindikasikan perlunya peningkatan edukasi di bidang tersebut.
Materi pertama yang disampaikan adalah mengenai swamedikasi. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa swamedikasi merupakan upaya pengobatan mandiri untuk mengatasi keluhan ringan dengan menggunakan obat yang tepat, aman, dan rasional. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca label obat, mengenali kandungan dan indikasi, serta memahami kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila gejala tidak kunjung membaik.

Materi kedua membahas tentang Demam Berdarah Dengue (DBD), yang merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Dalam sesi ini, peserta diberikan edukasi mengenai penyebab DBD, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Penekanan diberikan pada pentingnya penerapan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur, sebagai upaya pemberantasan sarang nyamuk. Dengan menerapkan langkah tersebut secara rutin, diharapkan masyarakat dapat meminimalisir risiko penyebaran penyakit DBD di lingkungan tempat tinggal mereka.

Selama kegiatan berlangsung, suasana penyuluhan berjalan secara interaktif. Peserta aktif mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi bersama pemateri. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memahami informasi kesehatan yang diberikan.
Untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan tidak monoton, kegiatan juga diselingi dengan sesi ice breaking yang melibatkan seluruh peserta. Momen ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga meningkatkan keakraban antara peserta dan pemateri.
Setelah seluruh materi disampaikan, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur tingkat pemahaman setelah diberikan penyuluhan. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, dengan nilai peserta berada pada kisaran 90–100 dan mayoritas memperoleh nilai tinggi. Hal ini menjadi indikator bahwa penyuluhan yang dilakukan berjalan efektif dan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga mengadakan pembagian doorprize melalui sistem undian serta memberikan penghargaan kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung, termasuk pemenang dalam sesi ice breaking.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan dosen pengampu mata kuliah Praktikum Komunitas, Ibu Dr. apt. Indah Laily Hilmi, S.Farm., M.KM. dan Bapak apt. Hadi Sudarjat, M.Farm., Ph.D., yang secara konsisten memberikan arahan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Bangle tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih bijak dalam melakukan swamedikasi serta lebih waspada terhadap potensi penyebaran penyakit DBD di lingkungan sekitar.
Oleh: Kelompok mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang program studi s1 Farmasi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































