POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.
Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.
Filosofi di Balik Nama
Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.

“Kami tidak ingin sekadar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati masyarakat, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” ujarnya dalam sambutan penutupan.
Program Unggulan yang Terlaksana
Selama masa pengabdian, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa program strategis, di antaranya:
1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik.
2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama.


Kesan dari Masyarakat
Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya.
“Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh mahasiswa terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda sekarang ikut turut aktif dalam kegiatan di desa ” tuturnya.

Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus bergema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Mahasiswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.
Kontak Media:
Moch. Rizal Efendi, Salman Alfaris / Divisi Humas KKM
+62 813xxxxxxxx / senandika00@gmail.com
Instagram: @am.senandika_
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































