Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan salah satu pondasi penting dalam pembinaan karakter religius peserta didik di madrasah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan beberapa siswa yang memerlukan pendampingan lebih lanjut, khususnya dalam aspek kelancaran membaca, penerapan tajwid, dan ketepatan makharijul huruf. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan sebuah program pembinaan bertajuk GEMAR (Gerakan Mahir Al-Qur’an) di MAN 1 Gresik.
Program GEMAR dilaksanakan selama bulan April hingga Mei 2026 sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembinaan keagamaan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dipusatkan di mushola MAN 1 Gresik serta beberapa tempat lain yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan mahasiswa pendamping. Sasaran utama program ini adalah peserta didik kelas X dan XI yang dinilai masih membutuhkan bimbingan dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf.
Pelaksanaan program dilakukan secara fleksibel menyesuaikan waktu luang peserta didik, seperti saat jam istirahat maupun ketika terdapat jam kosong pembelajaran. Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama pihak madrasah agar kegiatan tetap berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar di kelas. Seluruh anggota kelompok KKM Integrasi MAN 1 Gresik terlibat aktif sebagai pendamping dalam program GEMAR. Setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk membimbing beberapa peserta didik sesuai pembagian yang telah ditentukan. Pendampingan dilakukan secara langsung melalui metode pembelajaran individual maupun kelompok kecil sehingga mahasiswa dapat lebih fokus memperhatikan kemampuan masing-masing peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan teknis sekaligus pelaksanaan pre-test kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa sehingga proses pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah. Selanjutnya, kegiatan rutin yang dilakukan meliputi absensi peserta, setoran bacaan Al-Qur’an, evaluasi kelancaran membaca, pembetulan tajwid, serta pembinaan makharijul huruf. Tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, mahasiswa juga melakukan pendekatan personal kepada peserta didik yang kurang aktif mengikuti kegiatan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan memberikan motivasi secara langsung serta berkoordinasi dengan pihak ubudiyah madrasah agar peserta didik lebih semangat dalam mengikuti program GEMAR.
Melalui program ini, mahasiswa berharap peserta didik tidak hanya mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki rasa percaya diri yang lebih baik ketika membaca Al-Qur’an di hadapan guru maupun teman-temannya. Selain itu, program GEMAR juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan religius yang telah dijalankan oleh MAN 1 Gresik.
Berdasarkan hasil evaluasi melalui tes pertengahan dan tes akhir, secara umum peserta didik menunjukkan perkembangan dalam aspek kelancaran membaca, penerapan tajwid, dan ketepatan makharijul huruf. Meskipun peningkatan yang diperoleh belum terlalu signifikan karena keterbatasan waktu pelaksanaan program, perubahan positif tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan intensif mampu memberikan dampak yang baik bagi peserta didik.
Program GEMAR secara resmi ditutup pada tanggal 13 Mei 2026. Penutupan kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari pihak mahasiswa, pihak madrasah, dan dosen pembimbing lapangan. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus luaran program, mahasiswa menyerahkan buku tajwid minimalis kepada peserta GEMAR. Selain itu, dilakukan pula penyerahan sertifikat, cinderamata, dan dokumentasi bersama seluruh peserta kegiatan. Momen tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan MAN 1 Gresik dalam membangun generasi Qur’ani.
Pada akhirnya, GEMAR bukan hanya sekadar program pendampingan membaca Al-Qur’an, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara mahasiswa dan peserta didik. Di balik setiap setoran bacaan dan pembetulan tajwid, tersimpan semangat pengabdian, kepedulian, dan harapan untuk melahirkan generasi muda yang lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































