Caturtunggal, Kabupaten Sleman — Di siang hari ketika Sholat Jumat selesai dilakukan, Jumat (1/5/2026), enam mahasiswa program studi Pariwisata Universitas Negeri Yogyakarta berkumpul di tepi jalan kawasan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan nasi bungkus di tangan, kami adalah mahasiswa yang mengerjakan tugas projek yang sekaligus bermakna di hari Jumat yaitu berbagi nasi bungkus Jumat Berkah.
Tugas projek tersebut adalah Jumat Berkah, meskipun kegiatannya sederhana, kegiatan ini memiliki makna yang besar karena memberikan kontribusi nyata terhadap dua dari tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang bisa disebut dengan sustainable goals (SDGs) yang diluncurkan oleh perserikatan bangsa bangsa yaitu SDGs 1 “Tanpa kemiskinan” dan SDGs 2 “Tanpa kelaparan”. Kemiskinan dan kelaparan tidak sekedar kekurangan uang atau makanan, dari dua hal tersebut memiliki keterkaitan dengan akses terhadap gizi, pekerjaan, dan pendidikan. Jumat Berkah mungkin terlihat sederhana, dengan memastikan bahwa warga tidak harus menjalani kehidupan sehari-hari dalam keadaan perut kosong, inisiatif ini menangani salah satu mata rantai penting dalam masalah ini. Hubungan antara Jumat Berkah dengan SDGs yaitu target dari SDGs 1 adalah menghapuskan kemiskinan yang terjadi, termasuk memastikan semua orang memiliki akses yang sama terhadap sumber daya ekonomi. Sedangkan target SDGs 2 adalah mewujudkan ketahanan pangan dan perbaikan gizi. Jumat Berkah menjawab kedua dari SDGs 1 dan SDGs 2 yang secara langsung menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat yang kurang mampu. Kemudian, dengan adanya UMKM yang terlibat sebagai pemasok nasi bungkus, Jumat Berkah ini dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan yang selaras dengan SDGs 1 yang menekankan pemberdayaan ekonomi.

Dikoordinasi oleh salah satu anggota kelompok, yang juga dibantu oleh anggota kelompok lainya berjumlah lima orang, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB kami mulai menyalurkan nasi bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat sangat dari respon positif dari masyarakat yang menerima. Respon dari wanita yang sudah agak berumur ketika dibagikan nasi bungkus “terima kasih mas dan mba, hati-hati di jalan”. Beberapa masyarakat yang membutuhkan sangat terbantu dengan adanya nasi bungkus. Jumlah dari penerima nasi bungkus di Jumat Berkah ini sekitar 12 orang yang membutuhkan di sekitar kampus. Walaupun hanya enam orang dalam satu kelompok, kontribusi anggota sangat membuktikan bahwa kepedulian tidak harus menunggu menunggu jumlah yang besar untuk bisa memberi dampak yang nyata.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tugas projek, tugas ini memiliki tujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial di tengah kehidupan sekitar kampus yang semakin sibuk setiap harinya. Mahasiswa mulai menyiapkan nasi bungkus sejak pagi sebelum dibagikan secara langsung di siang hari di lokasi yang sudah ditentukan. Lokasi yang dipilih adalah sekitar kampus, karena di sekitar kampus banyak aktivitas yang dilakukan oleh warga. Memilih sekitar kampus sebagai lokasi yang dipilih karena beberapa masih terlihat kelompok rentan seperti tukang sapu jalanan, pedagang kecil, tukang parkir, dan tukang becak yang memulai aktivitasnya dari pagi hari. Lokasi menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk melakukan Jumat Berkah, sekitar kampus merupakan pemukiman yang cukup banyak masyarakat rentan, dengan menjadikan lokasi sekitar kampus sebagai zona untuk distribusi, tugas projek ini secara tidak langsung menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kemudian lebih dari itu, ini adalah wujud nyata dari SDGs 1 dan SDGs 2.

Kegiatan Jumat Berkah ini dijadwalkan secara khusus pada hari Jumat, pada tanggal 1 Mei 2026 yang bertepatan dengan momen Hari Buruh Sedunia. Waktu pelaksanaanya dipilih setelah ibadah Sholat Jumat selesai dilaksanakan untuk memanfaatkan hari yang penuh dengan kebaikan. Mahasiswa sepakat bahwa waktu tersebut sangat ideal untuk memulai inisiatif sosial di kawasan sekitar kampus yang biasanya mulai lengang. Kesempatan yang berharga ini juga dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif secara langsung sebelum para masyarakat melanjutkan aktivitasnya kembali. Dengan begitu, waktu pelaksanaannya dapat membawa keberkahan bagi masyarakat yang menerimanya.
Inisiatif dari pelaksanaan Jumat Berkah ini lahir dari rasa keprihatinan mendalam dari kalangan mahasiswa terhadap isu kerawanan pangan dan kemiskinan yang masih banyak terjadi di lingkungan sekitar. Mahasiswa merasa memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan nyata dalam membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi dan pangan harian mereka. Kegiatan ini menjadi wujud tanggung jawab mahasiswa dalam merespon realitas kehidupan di wilayah kampus. Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, diharapkan dapat menciptakan kesadaran sosial di kalangan generasi muda untuk selalu peduli terhadap sesama di tengah kesibukan akademik dan juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mekanisme pengumpulan dan penyaluran bantuan dilakukan secara mandiri oleh seluruh anggota kelompok yang terlihat di dalam projek ini. Dana yang digunakan juga murni dari donasi para anggota tanpa melibatkan pihak luar. Untuk memastikan makanan yang dibagikan memiliki kualitas yang baik dan menggerakkan perekonomian lokal, mahasiswa bekerja sama dengan UMKM lokal untuk bertindak sebagai pemasok nasi bungkus. Nasi bungkus yang telah dipesan dari UMKM lokal kemudian dikumpulkan dan didistribusikan secara langsung oleh mahasiswa ke beberapa titik di sekitar kampus. Proses penyaluran Jumat Berkah ini berjalan dengan terkoordinasi agar bantuan tersebut tepat sasaran dan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Dengan mekanisme yang terstruktur ini, mahasiswa dapat memastikan transparansi dan efektivitas seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir pelaksanaan.

Melalui Jumat Berkah, kami berenam berharap jika langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi pengingat, bahwa perubahan tidak selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Kami sangat percaya, jika kepedulian seperti ini akan terus tumbuh. Maka dari itu, SDGs 1 dan SDGs 2 tidak lagi hanya sekedar angka dokumen global, melainkan kenyataan yang dirasakan oleh setiap orang yang membutuhkan.
Link Video Dokumentasi Kegiatan : https://youtu.be/IhmRN9g-RLo?si=F65Mjd4_NKE77_Yq
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































