Ogan Ilir, 7 November 2025 —
Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (ITB) melanjutkan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tahap kedua di Ruang Rapat BAPPENDA Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (7/11).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari FGD sebelumnya di tingkat masyarakat, dengan fokus pada peran pemerintah daerah dan lembaga teknis dalam mendukung penguatan kelembagaan ekonomi desa di kawasan transmigrasi Parit–Rambutan.
Acara diawali dengan sambutan oleh Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Ogan Ilir, Dr. Amrullah, S.STP., M.Si., yang juga hadir sebagai narasumber. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat perekonomian di kawasan transmigrasi melalui peningkatan kapasitas kelembagaan desa.
“Kita perlu membangun sistem yang membuat BUMDes, koperasi, dan pemerintah daerah berjalan beriringan untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Dr. Amrullah.
Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Ilir Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bapak Dicky Syailendra, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif Tim Ekspedisi Patriot ITB yang menghadirkan pendekatan berbasis riset dalam upaya pengembangan kawasan transmigrasi.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan arah pembangunan daerah. Pendekatan ilmiah seperti ini membantu pemerintah merumuskan strategi yang tepat untuk memperkuat kelembagaan ekonomi desa,” ujarnya.

FGD dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Dinas Koperasi dan Perdagangan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ogan Ilir.
Diskusi berfokus pada tantangan penguatan kelembagaan ekonomi, mulai dari rendahnya kapasitas SDM pengurus lembaga desa, lemahnya transparansi koperasi, hingga keterbatasan akses permodalan.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sri Maryati, S.T., M.I.P., Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB sekaligus Ketua Tim Ekspedisi Patriot ITB, menjelaskan rancangan awal Model Kolaborasi Kelembagaan Ekonomi Kawasan Transmigrasi Parit–Rambutan.
Model tersebut disusun berdasarkan hasil temuan lapangan dan masukan dari para kepala desa pada FGD sebelumnya.
“Kawasan transmigrasi memiliki potensi besar, tetapi kelembagaannya masih perlu diperkuat. Kolaborasi antara BUMDes, koperasi, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menciptakan sistem ekonomi yang saling mendukung,” ujar Prof. Sri.
Dalam sesi diskusi, Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir menjelaskan bahwa dari 21 koperasi yang terdata di kawasan Parit–Rambutan, sebagian besar telah berbadan hukum, namun beberapa di antaranya menunjukkan tanda-tanda tidak aktif dalam kegiatan operasionalnya.
Sementara Dinas PMD menyoroti pentingnya pelatihan dan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes agar memahami prinsip bisnis sosial dan manajemen usaha.
“Masih banyak warga yang menganggap dana desa sebagai bantuan, padahal itu seharusnya menjadi modal usaha produktif untuk keberlanjutan ekonomi desa,” ujar perwakilan Dinas PMD.
Selain itu, DPMPTSP menilai potensi investasi di sektor sawit, daun bidara, dan minyak atsiri cukup menjanjikan, namun masih terkendala oleh skala produksi dan standar mutu produk yang belum terpenuhi. Draft Peraturan Daerah tentang kemudahan dan insentif investasi juga disebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat provinsi.
Diskusi turut menyoroti pentingnya integrasi data antara koperasi, BUMDes, dan pemerintah daerah agar program pengembangan ekonomi desa dapat lebih terarah.
Menutup kegiatan, Prof. Sri Maryati menyampaikan bahwa seluruh masukan dari perangkat daerah akan menjadi bahan utama penyempurnaan Model Kolaborasi Kelembagaan Ekonomi Kawasan Transmigrasi Parit–Rambutan yang sedang disusun oleh tim ITB.
“Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan sistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Kami berharap hasil FGD ini menjadi dasar implementasi nyata di lapangan,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































