Jakarta, 18 Mei 2026 – Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi strategis dengan Rusia melalui peningkatan ekspor, penguatan investasi, serta perluasan kolaborasi antar pelaku usaha kedua negara.
Komitmen tersebut disampaikan Wamendag Roro saat melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation, Vladimir Ilyichev, di Kazan, Rusia, Selasa (12/5) waktu setempat. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi perdagangan nasional di kawasan Eurasia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia.
Menurut Wamendag Roro, hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 tercatat mencapai USD 4,8 miliar atau meningkat 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Momentum pertumbuhan ini perlu terus diperkuat melalui perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas. Rusia merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), dan kami melihat peluang kolaborasi kedua negara masih sangat besar untuk terus dikembangkan,” ujar Wamendag Roro.
Rusia saat ini menjadi mitra utama Indonesia di kawasan EAEU dengan kontribusi mencapai 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut. Hubungan dagang kedua negara dinilai saling melengkapi, di mana Rusia memasok berbagai komoditas strategis seperti batu bara, pupuk, dan produk baja, sementara Indonesia mengekspor produk unggulan nasional seperti minyak sawit, kopi, produk kelapa, hingga kakao ke pasar Rusia.
Wamendag Roro menegaskan bahwa meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap produk Indonesia menjadi peluang penting untuk memperkuat daya saing ekspor nasional di pasar global.
“Kami menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap produk unggulan Indonesia. Pemerintah berkomitmen menjaga kualitas, keberlanjutan, dan daya saing produk ekspor nasional agar mampu terus berkembang di pasar internasional,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro juga menyoroti perkembangan ratifikasi Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (FTA) yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. Pemerintah Indonesia saat ini tengah mempercepat proses ratifikasi domestik dengan target implementasi perjanjian pada kuartal III atau IV 2026.
Sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan implementasi kerja sama tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia–EAEU Business Council (IEBC) bekerja sama dengan Kadin Indonesia. Forum ini diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antar pelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan bilateral secara berkelanjutan.
“Pembentukan Indonesia–EAEU Business Council diharapkan mampu memperkuat konektivitas bisnis kedua negara sekaligus membuka ruang kolaborasi baru di sektor perdagangan dan investasi,” tambah Wamendag Roro.
Selain sektor perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama pada sektor perdagangan jasa. Indonesia dinilai memiliki sumber daya manusia kompetitif di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan teknologi digital yang dapat mendukung kebutuhan industri Rusia di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Wamendag Roro turut mengundang pelaku usaha Rusia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Banten.
Menurutnya, TEI 2026 akan menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara sekaligus memperluas peluang kolaborasi perdagangan dan investasi lintas sektor.
“Trade Expo Indonesia menjadi platform penting untuk memperkuat jejaring bisnis internasional dan membuka peluang kerja sama baru antara Indonesia dan Rusia,” ujarnya.
Wamendag Roro juga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus mendorong penguatan hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah produk nasional, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































