SURABAYA – Tim Maternova dari Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Pendanaan yang diumumkan pada 23 Mei 2026 tersebut diperoleh melalui inovasi pengembangan mikrokapsul ekstrak daun bidara laut (Strychnos lucida) sebagai kandidat agen antiinflamasi plasenta akibat paparan mikroplastik pada ibu hamil.
Tim Maternova diketuai oleh Devina Niswah Aulia dengan anggota Talitha Amalia Nabilah, Leonardo Kevin Senjaya, dan Firdiana Nur Latifa, di bawah bimbingan apt. Ersanda Nurma Praditapuspa, S.Farm., M.Farm.Penelitian ini lahir dari meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan reproduksi, khususnya pada ibu hamil dan janin.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik tidak lagi hanya mencemari lingkungan, tetapi juga telah ditemukan pada jaringan tubuh manusia, termasuk plasenta, darah tali pusat, mekonium, dan cairan amnion. Studi Weingrill et al. bahkan menunjukkan tren peningkatan jumlah plasenta yang terdeteksi mengandung mikroplastik dalam kurun waktu 15 tahun, yaitu dari 60% pada tahun 2006, meningkat menjadi 90% pada tahun 2013, hingga mencapai 100% pada sampel yang dianalisis pada tahun 2021. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa paparan mikroplastik selama kehamilan menjadi isu kesehatan yang semakin perlu mendapat perhatian.
Keberadaan mikroplastik pada plasenta diketahui dapat memicu stres oksidatif dan respons inflamasi sehingga mengganggu fungsi plasenta dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi kepada janin. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah (BBLR), hingga kelahiran prematur. Di sisi lain, pilihan terapi antiinflamasi yang aman bagi ibu hamil masih sangat terbatas. Penggunaan obat antiinflamasi golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) memiliki keterbatasan karena dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai adverse pregnancy outcomes, sehingga diperlukan inovasi terapi yang lebih aman.
Melalui penelitian ini, Tim Maternova memanfaatkan daun bidara laut (Strychnos lucida), tanaman asli Indonesia yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dan fenolik dengan aktivitas antioksidan serta antiinflamasi. Untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas senyawa aktifnya, ekstrak daun bidara laut diformulasikan menjadi mikrokapsul menggunakan teknologi spray drying, sehingga diharapkan mampu melindungi senyawa bioaktif sekaligus meningkatkan efektivitas penghantarannya.
Ketua tim, Devina Niswah Aulia, mengatakan bahwa penelitian ini merupakan upaya menggabungkan potensi biodiversitas Indonesia dengan teknologi farmasi modern guna menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kesehatan ibu dan janin.
“Kami berharap penelitian ini dapat membuka peluang pengembangan kandidat terapi berbasis bahan alam yang lebih aman untuk membantu mengatasi inflamasi plasenta akibat paparan mikroplastik. Selain itu, kami juga ingin menunjukkan bahwa kekayaan hayati Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui riset yang inovatif,”ujar Devina.
Sementara itu, anggota tim Talitha Amalia Nabilah menambahkan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan PKM-RE menjadi motivasi bagi tim untuk menghasilkan penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pendanaan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengembangkan penelitian secara lebih mendalam. Harapannya, hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi ilmiah, tetapi juga menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi fitofarmaka Indonesia yang mendukung kesehatan ibu dan janin,” ungkap Talitha.
Dosen pembimbing, apt. Ersanda Nurma Praditapuspa, S.Farm., M.Farm., menyampaikan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan PKM-RE merupakan bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan penelitian yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan isu kesehatan global.
Ke depan, Tim Maternova akan melaksanakan rangkaian penelitian mulai dari proses ekstraksi daun bidara laut, formulasi mikrokapsul, karakterisasi sediaan, hingga pengujian aktivitas antiinflamasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kandidat antiinflamasi berbasis bahan alam Indonesia yang aman, inovatif, dan berpotensi mendukung kesehatan ibu hamil serta janin di masa mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































