Amman, Yordania — Dalam upaya memperkuat komitmen pelayanan kemanusiaan dan pemberdayaan lintas negara, Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) sekaligus Alumni Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) Institut Leimena, Dr. M. Kafrawy Saenong, melakukan kunjungan studi tiru dan kolaborasi ke markas Jesuit Refugee Service (JRS) di Amman, Yordania. Kunjungan internasional ini diinisiasi dan difasilitasi oleh The Royal Institute for Inter-Faith Studies (RIIFS) Jordan, sebuah lembaga terkemuka di Yordania yang berfokus pada dialog antariman dan perdamaian global pada 2-4 Agustus 2026.
JRS Jordan dikenal secara global atas dedikasinya mendampingi, melayani, dan memperjuangkan hak-hak pengungsi serta kelompok marginal dari berbagai wilayah Timur Tengah dan Afrika (seperti Sudan, Yaman, Irak, dan Somalia) melalui pendekatan One-Refugee Approach yang tanpa diskriminasi.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Dr. M. Kafrawy Saenong mendalami berbagai program strategis JRS Jordan, mulai dari pendampingan psikososial (Mental Health & Psychosocial Support), pelatihan keterampilan (livelihood), hingga pemulihan martabat kemanusiaan pengungsi perempuan dan anak-anak.
”Pengalaman JRS di Amman memberikan sudut pandang komprehensif mengenai bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dapat menjadi jembatan antarumat beragama dan antarbangsa. Prinsip pendampingan yang inklusif ini menjadi inspirasi berharga untuk diadaptasi dalam kerja-kerja sosial kami di Indonesia, khususnya di Makassar,” ujar Dr. M. Kafrawy Saenong.
Studi tiru ini memiliki kaitan erat dengan rekam jejak LSKP di Kota Makassar. Selama ini, LSKP secara konsisten aktif dalam program pemberdayaan dan perlindungan bagi imigran serta pengungsi luar negeri—khususnya perempuan dan anak-anak—yang menetap sementara di Makassar.
Dalam menjalankan misi tersebut, LSKP bermitra strategis dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration / IOM). Melalui pertukaran gagasan di Amman ini, LSKP berkomitmen memperkaya pendekatan pelayanan kemanusiaan di Makassar agar makin inklusif, responsif gender, dan berperspektif hak asasi manusia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































