Lombok Timur – Di tengah keterbatasan fasilitas di daerah, selalu ada talenta muda yang berhasil menyalakan api semangat lewat bakat dan kerja keras. Salah satunya adalah M. Desta Tola Maulana, atau yang akrab disapa Desta. Pemuda kelahiran tahun 2008 asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini kini duduk di kelas 3 SMA, namun namanya sudah tidak asing lagi di dunia voli lokal. Bergabung dengan klub VOLKER, atlet muda berposisi Libero / Outside Hitter ini menjelma menjadi sosok pemain serba bisa dengan rekam jejak yang patut diperhitungkan.
Perjalanan Desta di lapangan voli bermula saat ia membela sekolahnya, SMAN 1 Aikmel, dalam ajang turnamen antar-sekolah. Kelincahan dan ketepatannya saat mengisi posisi Libero maupun daya gedornya ketika dipasang sebagai Outside Hitter langsung menarik perhatian para pencinta voli daerah. Sejak saat itu, rentetan prestasi berturut-turut berhasil ia torehkan. Di tingkat antar-sekolah, Desta sukses mengantarkan timnya meraih Juara 1 SMAVOC S6, Juara 2 SMAVOC S7, Juara 1 SMASH FAST, Juara 1 BINPRES CUP 1, dan Juara 3 SVBC. Tidak berhenti di situ, jam terbangnya di level antar-klub pun makin teruji dengan raihan Juara 2 Bagek Longgek Cup, Juara 3 Kerongkong Cup, serta Juara 1 Keroya Cup 3.

Dedikasi dan konsistensi Desta membawanya ke level yang lebih tinggi. Kini, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil secara finansial. Desta kerap diundang oleh berbagai tim untuk bermain di berbagai turnamen antar-daerah dengan sistem bayaran profesional. Momen ini bukan sekadar bukti bahwa keterampilannya diakui, melainkan juga wadah untuk terus mengasah mental bertanding di lapangan. Melalui akun Instagram pribadinya (@destamaulanaa), Desta terus membagikan perjalanan dan dedikasinya dalam olahraga yang dicintainya ini.
Namun, jalan menuju panggung impian tidak selalu mulus. Desta harus berhadapan dengan ujian berat berupa cedera pergelangan tangan yang dialaminya dan belum kunjung pulih sepenuhnya hingga saat ini. Rasa sakit dan hambatan fisik tersebut kerap menjadi tantangan besar, tetapi Desta menolak untuk menyerah. Cedera ini justru menempa ketangguhan mentalnya untuk tetap memberikan performa terbaik di setiap pertandingan.

Melihat masa depan, Desta memiliki arah yang sangat jelas. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia berencana merantau ke Pulau Jawa untuk bergabung dengan akademi voli ternama, Indomaret Volleyball. Langkah ini ia ambil demi meningkatkan teknik, fisik, serta pengalaman bertanding di level yang lebih kompetitif.
Bagi Desta, bola voli bukan sekadar olahraga, melainkan jalan untuk mewujudkan cita-cita terbesarnya. “Impian terbesar saya sederhana, saya ingin bisa memakai jersey Timnas Indonesia dan membawa nama daerah saya di kancah nasional. Saya tidak ingin hanya dikenal sebagai pemain voli biasa, tapi sebagai pemain yang kerja kerasnya bisa menginspirasi adik-adik di kampung yang fasilitasnya terbatas,” ungkapnya.
Dengan bakat alami, fleksibilitas permainan sebagai Libero maupun Outside Hitter, semangat pantang menyerah meski dibayang-bayangi cedera, serta impian mulia untuk mengangkat tanah kelahirannya, M. Desta Tola Maulana adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari mana saja. Perjalanannya baru saja dimulai, dan nama Desta siap diukir lebih dalam di kancah bola voli nasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































