Malaysia — Merantau jauh dari kampung halaman bukanlah keputusan yang mudah. Meninggalkan keluarga, lingkungan yang sudah dikenal sejak kecil, serta berbagai kenangan di tanah kelahiran menjadi sebuah perjalanan penuh tantangan. Hal itulah yang dijalani oleh Muhammad Nasrullah , pemuda asal Beleke, Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Nasrullah mulai merantau ke Malaysia pada tahun 2023, ketika usianya menginjak 21 tahun. Hingga saat ini, ia masih berada di Malaysia dan belum kembali ke Indonesia.
Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Nasrullah tumbuh bersama dua saudara laki-lakinya. Ia menempuh pendidikan terakhir di Madrasah NW Dasan Tapen sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman dan mencoba mencari pengalaman serta kehidupan yang lebih baik di negeri orang.
Keputusan untuk merantau tidak hanya didorong oleh keinginan mencari penghasilan. Di balik keberangkatannya, terdapat cerita pribadi yang menjadi salah satu alasan kuat Nasrullah memilih pergi jauh dari kampung halaman.
Ia pernah merasakan kehilangan seseorang yang dicintainya. Sang kekasih pergi meninggalkannya, dan pengalaman tersebut membuat Nasrullah memilih untuk menjauh dari berbagai kenangan yang ada di kampung halaman.
Namun, seiring berjalannya waktu, alasan tersebut berubah menjadi sebuah tekad yang lebih besar.
Nasrullah ingin suatu hari nanti dapat kembali kepada keluarganya dalam keadaan berhasil. Salah satu kebahagiaan terbesar yang ingin ia lihat adalah melihat kedua orang tuanya bahagia ketika dirinya telah mencapai kesuksesan.
“Saya ingin sukses. Yang paling saya inginkan adalah melihat orang tua saya bahagia ketika saya sudah berhasil,” menjadi gambaran dari tekad yang dibawanya selama menjalani kehidupan di tanah rantau.
Di Malaysia, Nasrullah bekerja sebagai mandor perkebunan kelapa sawit. Pekerjaan tersebut tentunya tidak selalu mudah. Jauh dari keluarga dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru menjadi bagian dari kehidupan yang harus ia jalani.
Hari demi hari ia lewati dengan bekerja dan berusaha mempertahankan semangat untuk mencapai tujuan. Tahun demi tahun berlalu, namun Nasrullah masih memilih untuk bertahan di negeri rantau.
Bagi sebagian orang, merantau mungkin hanya tentang mencari uang. Namun bagi Nasrullah, perjalanan tersebut memiliki makna yang lebih dalam. Malaysia menjadi tempatnya untuk belajar tentang kehidupan, menghadapi kesulitan, dan membangun dirinya menjadi seseorang yang lebih kuat.
Dari seorang pemuda berusia 21 tahun yang meninggalkan Lombok Barat dengan membawa luka dan harapan, kini Nasrullah terus menjalani kehidupannya sebagai seorang pekerja di Malaysia.
Ia belum tahu kapan tepatnya akan kembali ke Indonesia. Namun, satu hal yang masih menjadi tujuan utamanya tetap sama: bekerja, berjuang, dan suatu hari pulang dengan membawa sesuatu yang dapat membuat orang tua bangga dan bahagia.
Perjalanan Muhammad Nasrullah menjadi gambaran bahwa di balik setiap perantau sering kali terdapat cerita yang tidak terlihat. Ada keluarga yang dirindukan, ada masa lalu yang ingin ditinggalkan, dan ada harapan yang terus dibawa meskipun jarak memisahkan.
Dari Beleke, Gerung, Lombok Barat, langkahnya kini berada jauh di Malaysia. Perjalanan itu mungkin masih panjang, namun selama tujuan belum tercapai, Nasrullah memilih untuk terus melangkah.
Karena terkadang, seseorang harus pergi jauh bukan karena tidak mencintai rumahnya, tetapi karena ingin suatu hari nanti bisa kembali dengan membawa kebahagiaan untuk orang-orang yang dicintainya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































