Cirebon, 20 November 2025 – Di tengah desa Kamarang, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, terdapat sebuah sumur tua yang sejak lama menjadi bagian dari kisah mistis dan budaya lokal. Sumur tersebut dikenal warga dengan nama Sumur Cisereh, yang diyakini sebagai mata air “sereh” karena konon dulunya banyak tanaman sirih dan sereh di sekitarnya.
Menurut warga setempat, sumur ini tidak pernah kering meskipun di musim kemarau panjang. Ada dua titik di sumur ini: satu berada di tengah sawah dengan diameter sekitar 1,5 meter dan kedalaman kira‑kira 1 meter; titik kedua punya bak berukuran sekitar 2 × 2 meter dan lebih sering digunakan karena debit airnya lebih stabil.
Dinamakan Cisereh karena dahulu di sekitar lokasi banyak pohon sereh (serai) dan sirih. Menurut Kuwu (kepala desa) setempat, sumur ini dipercaya sebagai bagian dari aliran air dari Gunung Ciremai, dan kemunculannya dianggap “betusan” alami.
Sumur Cisereh tidak hanya menjadi sumber air untuk kebutuhan sehari-hari — seperti memasak, minum, dan mandi — tetapi juga sumber penghidupan bagi warga di beberapa desa di sekitarnya, terutama saat musim kemarau. Ketersediaannya memberikan bantuan signifikan dalam irigasi sawah dan kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat yang belum teraliri pipa air bersih.
Meskipun bukan tempat wisata resmi, sumur Cisereh menyimpan nilai historis dan kultural yang penting. Sumur “sereh” ini bisa menjadi daya tarik wisata spiritual-alam bagi pengunjung yang tertarik dengan kearifan lokal dan cerita tradisional masyarakat Cirebon.
Kendati demikian, belum terdapat upaya besar-besaran untuk mengelola sumur ini sebagai destinasi wisata formal. Warga berharap pemerintah desa atau dinas pariwisata dapat mengangkat potensi sumur ini: dengan penataan, menambah fasilitas pendukung, dan menjaga kelestarian agar tetap menjadi sumber daya air dan warisan budaya yang hidup.
Sumur Cisereh atau “mata air sereh” Cirebon bukan hanya sekadar sumber air, tetapi juga simbol keterikatan masyarakat dengan alam dan histori lokal. Jika dikelola dengan baik, ia bisa menjadi jembatan antara kebutuhan air, pelestarian budaya, dan potensi wisata.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































