Penyusutan lahan pertanian yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan dinilai semakin mengancam kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Di tengah kenaikan jumlah penduduk yang semakin pesat, produksi pangan nasional menghadapi tekanan karena kapasitas lahan produktif terus menurun dari tahun ke tahun. Beberapa data menunjukan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman, industri, dan indfrastruktur berlangsung begitu cepat yang menimbulkan berbagai kekhawatiran akan ketahanan pangan.
Penurunan lahan pertanian ini bukan hanya berdampak pada rendahnya tingkat produksi pangan, melainkan juga memengaruhi kondisi ekonomi para petani yang kehilangan sumber pencaharian. Di sisi lain, peningkatan ketergantungan pada bahan pangan impor dari luar negeri membuat Indonesia lebih rentan terhadap kenaikan harga pangan. Kondisi ini perlu adanya solusi pertanian yang mampu berjalan tanpa bergantung pada lahan yang luas.
Untuk bisa mencapai kemandirian pangan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti perlindungan lahan pertanian, peningkatan produksi, serta program edukasi dan bantuan pertanian kepada masyarakat.
Salah satu pendekatan yang kini banyak didorong adalah sistem tanam hidroponik. Metode tanam ini dianggap mampu menjadi solusi di tingkat dasar seperti rumah tangga karena tidak membutuhkan lahan luas, dapat diterapkan diberbagai kondisi, termasuk di wilayah perkotaan dengan lahan pertanian yang terbatas. Selain dapat menghasilkan sayuran segar dalam waktu relatif singkat, hidroponik juga memiliki banyak keunggulan seperti penggunaan air dan pupuk yang lebih sedikit, tidak bergantung pada cuaca, serta tanaman lebih higienis karena minim pestisida.
Dukungan nyata pemerintah terlihat dari berbagai kebijakan dan program urban farming, salah satunya program yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada tahun 2024, yaitu “Penyakuran Instalasi 1.000 Lubang Tanam Hidroponik” sebagai bagian dari praktik pertanian perkotaan. Program tersebut menunjukan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pertanian modern kepada masyarakat agar dapat mencapai kemandirian pangan. Selain Pemerintah Kota Tangerang Selatan, beberapa pemerintah daerah lain juga sudah menjalankan program-program yang dapat mendukung pertanian modern.
Namun, penerapan hidroponik di masyarakat masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kurangnya pemahaman terkait teknik tanam hidrponik, serta modal yang cukup tinggi. Oleh karena itu, melihat potensi dan tantangan tersebut, peran pemerintah maupun komunitas harus semakin memperkuat dorongan terhadap sistem pertanian modern, baik melalui pelatihan, edukasi, serta bantuan alat dan bahan agar hidroponik dapat terus berkembang dan tujuan kemandirian pangan, seminimalnya ditingkat rumah tangga, dapat terpenuhi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































