MEDAN – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam kelompok 7 Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dengan topik disabilitas berhasil membantu penyandang disabilitas untuk bebas berkreasi dan berekspresi yang terhalang ‘Tembok Sunyi’-nya melalui ruang kreativitas di Panti Asuhan SLBA Karya Murni, Kec. Medan Johor, Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran dan kesadaran bersama dari tiap anggota kelompok atas empatinya terhadap teman penyandang disabilitas. Muhammad Akib Al Hafiz, ketua kelompok 7 MKWK disabilitas, menyatakan bahwa pemilihan tema ini didasarkan pada seringnya orang lain menganggap remeh terhadap kalangan disabilitas sehingga menurunkan kepercayaan diri teman disabilitas dalam lingkungan sosial. “Terlalu banyak ‘tembok’ yang mengelilingi para teman disabilitas, sehingga kami hadir untuk membantu mereka agar menemukan tempat ternyaman untuk mereka berekspresi tanpa terhalang ‘tembok’ tersebut,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun ruang inklusif dan mengeskplorasi bagaimana ruang kreativitas ini dapat membangun kepercayaan diri teman penyandang disabilitas serta membuat mereka merasa diterima, dihargai, dan termotivasi dalam lingkungan sosial. Kegiatan ini juga didampingi oleh Sarudin, M.A selaku dosen fasilitator dan Jesica Rachel Adriany Simanjuntak selaku mentor.
Selama kegiatan, teman disabilitas terlihat sangat antusias dan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan didampingi mahasiswa USU sesuai dengan minatnya, seperti bidang musik dan bernyanyi, kesenian membuat gelang, serta kesenian membuat gantungan kunci untuk mereka kenakan. Mereka dibebaskan untuk melakukan apa saja berkarya sesuai dengan kelompoknya dan diajari cara melakukan hal yang mereka minati sesuai kelompoknya.

Sebagai puncak acara, mahasiswa USU melakukan cap tangan berwarna dan bernyanyi bersama teman disabilitas dengan iringan musik dari teman disabilitas pula. Saking senangnya mereka hingga menahan mahasiswa USU untuk kembali bukti meningkatnya kepercayaan diri mereka akibat mereka yang merasa dihargai dan diterima dengan keterbatasannya. “Lama-lama aja ya kak di sini, seru banget, kakak-kakak asik semua,” ujar beberapa teman disabilitas.
Suster Valeria, selaku pengurus Panti SLBA tersebut juga menyatakan bahwa kedatangan mahasiswa USU sangat berharga sehingga mendukung kedatangan mahasiswa USU untuk melakukan kegiatan bersama teman disabilitas di sana. “Mahasiswa USU dapat menjadi patokan kita untuk berkarya di luar sana, buktinya banyak alumni SLBA kita yang berkuliah di sana apalagi dengan kemampuan bermain musiknya di jurusan musik itu,” ujarnya.
Diharapkan dari kegiatan ini agar menjadi pelajaran bagi pihak panti agar terus mengadakan kegiatan yang serupa sehingga para teman disabilitas merasa diterima, dihargai, dan percaya diri dan bukti bagi non-disabilitas untuk diharapkan tidak lagi menganggap para penyandang tidak dapat berbuat apa-apa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































