TANGSEL– SMKN 5 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghadirkan ratusan peluang kerja dalam dan luar negeri melalui kegiatan Nilfest (Nilmatan Festival).
Kegiatan ini, dirancang tidak hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga sebagai jembatan nyata bagi siswa, khususnya kelas XII, untuk memasuki dunia kerja.
Kepala SMKN 5 Kota Tangsel, Rohmani Yusuf menjelaskan, bahwa Job Fair yang menjadi bagian dari Nilfest tahun ini mengusung orientasi internasional.
Hal ini, Rohmani menerangkan, terlihat dari banyaknya peluang kerja ke luar negeri yang ditawarkan kepada para peserta,“Alhamdulillah, Job Fair tahun ini kami rancang berorientasi internasional. Beberapa lowongan yang dibuka merupakan peluang kerja ke luar negeri, dan lulusan kami sudah membuktikan mampu bekerja di luar negeri, khususnya ke Jepang,” kata Rohmani, Rabu 29 April 2026.
Lebih lanjut, Rohmani menegaskan, bahwa pihak sekolah berkomitmen memastikan lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga akses nyata ke dunia kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin memastikan lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki akses nyata ke dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten, Teguh Setiawan menilai, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi siswa yang akan segera lulus.
Teguh menekankan, bahwa kehadiran job fair, edufair, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) menjadi peluang strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK.
Selain itu, Teguh juga menyoroti, ratusan peluang kerja yang tersedia sebagai kesempatan emas bagi para siswa untuk menembus pasar kerja global.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi siswa kelas XII. Ada job fair, edufair, dan LPK yang membuka peluang hingga ke luar negeri. Ini kesempatan besar bagi lulusan SMK untuk bersaing secara global,” jelasnya.
Di sisi lain, Teguh menegaskan, pentingnya menjaga kualitas lulusan SMK agar tetap terserap di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Hal ini, sekaligus menjadi upaya untuk mematahkan stigma negatif terhadap lulusan SMK, “Kita ingin membuktikan bahwa SMK bukan penyumbang pengangguran. Berdasarkan data tracer study, rata-rata lebih dari 90 persen lulusan sudah bekerja atau melanjutkan pendidikan. Ini harus terus kita pertahankan,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































