Mojokerto – 14 Januari 2026 Pertanian desa hingga kini masih dihadapkan pada persoalan klasik, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, ketergantungan pada metode konvensional, hingga penggunaan air yang belum efisien. Kondisi tersebut juga dijumpai di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, di mana sebagian besar petani masih melakukan penyiraman tanaman secara manual. Metode ini tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berpotensi menimbulkan pemborosan sumber daya air.
Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R9 melalui inovasi alat penyemprot air otomatis menjadi contoh konkret bagaimana peran mahasiswa dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat. Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan alat, melainkan membawa cara pandang baru bahwa teknologi tidak harus rumit dan mahal untuk dapat dimanfaatkan oleh petani desa. Alat penyemprot air otomatis berbasis timer yang diperkenalkan dirancang sederhana, mudah digunakan, serta menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kebiasaan petani setempat.
Lebih dari sekadar efisiensi teknis, inovasi ini memiliki makna sosial yang penting. Penyiraman yang terjadwal dan merata membantu petani mengatur waktu kerja dengan lebih baik, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya pengelolaan air secara bijak. Dalam jangka panjang, pola ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung keberlanjutan lingkungan desa.

Yang menarik, program ini tidak berhenti pada tahap implementasi alat. Mahasiswa KKN R9 juga melakukan sosialisasi dan pendampingan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami prinsip kerja dan perawatan alat. Pendekatan partisipatif semacam ini menjadi kunci agar inovasi tidak bersifat sementara, melainkan dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat
Inovasi alat penyemprot air otomatis di Desa Kembang Belor menunjukkan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kepedulian sosial, maka inovasi sederhana pun mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan desa.
Penulis: Mahasiswa KKN R9 Sub Kelompok 2
Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































