Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai mengalami kenaikan. Salah satunya terjadi pada komoditas cabai di Pasar Perumnas, yang dalam beberapa pekan terakhir harganya terus merangkak naik dan berdampak pada aktivitas jual beli masyarakat.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Perumnas,ibu Agus, mengatakan bahwa harga cabai saat ini mengalami kenaikan dibandingkan minggu sebelumnya. Menurutnya, pada minggu lalu harga cabai masih berada di bawah angka seratus ribu rupiah per kilogram, namun kini perlahan mengalami peningkatan.
“Kalau bulan lalu sama sekarang hampir sedikit perbandingannya, kadang naik sampai seratus. Kalau minggu kemarin masih di bawah seratus,” ujar ibu Agus saat ditemui di Pasar Perumnas, Rabu (10-12-2025).
Ibu Agus menjelaskan bahwa saat ini jenis cabai yang paling mahal adalah cabai rawit. Padahal sebelumnya, cabai keriting sempat menjadi jenis cabai dengan harga tertinggi.
“Mahalan cabai rawit, dulu mahalan cabai keriting, tapi sekarang mahalan cabai rawit,” jelasnya.
Terkait penyebab kenaikan harga, Ibu Agus menduga faktor cuaca menjadi salah satu pemicu utama. Curah hujan yang tinggi di daerah penghasil cabai menyebabkan proses panen terganggu, sehingga pasokan ke pasar menjadi terlambat.
“Katanya sih mungkin karena hujan jadi tidak ada yang metik, pengiriman telat juga bisa bikin harga naik,” katanya.
Kenaikan harga cabai ini pun berdampak langsung pada daya beli masyarakat.Ibu Agus mengungkapkan bahwa jumlah pembeli mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasa.
“Dampaknya penurunan, pembelinya juga tidak seperti dulu,” ujarnya.
Meski demikian, aktivitas tawar-menawar masih tetap terjadi di pasar. Namun, pedagang mengaku tidak bisa menurunkan harga jika sudah mencapai batas tertentu.
“Masih ada yang nawar, tapi kalau sudah harga mentok ya segitu, tidak bisa turun lagi,” tambah Ibu Agus.
Untuk menyiasati kondisi harga yang tinggi, Ibu Agus memilih mengurangi jumlah belanjaannya agar tidak mengalami kerugian.
“Kalau lagi mahal, belanjanya tidak dibanyakin dan dikurangi,” pungkasnya.
Kenaikan harga cabai ini menjadi salah satu tantangan menjelang Nataru, baik bagi pedagang maupun masyarakat. Diharapkan ke depan pasokan kembali lancar sehingga harga bahan pokok, khususnya cabai, dapat kembali stabil.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































