Seiring berjalannya waktu, banyak kuliner kekinian bermunculan di kota Solo, dari makanan yang bergaya Korean food, Japanese food, Chinese food, Arabian food, dan sebagainya. Mulai dari makanan yang dibanderol dengan harga murah khas jajanan kaki lima, hingga yang harganya mahal bak masakan hotel bintang lima. Namun di sisi lain, ternyata masih banyak masyarakat yang tetap menggandrungi kuliner tradisional dengan cita rasa khas Indonesia, salah satunya Gempol Pleret yang berlokasi di Pasar Gede Solo. Lalu apa sebenarnya daya tarik dari kuliner tradisional satu ini, hingga masih tetap populer di kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan?
Memiliki cita rasa yang otentik
(sumber foto : dokumen pribadi)
Gempol Pleret merupakan makanan tradisional yang terbuat dari beras dengan kuah santan yang gurih. Gempol terbuat dari meniran atau butiran beras yang ditumbuk kasar kemudian dibentuk menjadi bulatan, sedangkan Pleret terbuat dari adonan tepung beras bercampur gula Jawa yang berbentuk pipih kemudian digulung, Pleret memiliki warna coklat dengan rasa manis. Setelah terbentuk, Gempol dan Pleret kemudian disajikan dengan kuah santan gurih dan biasanya ditambahkan potongan buah nangka atau es batu sesuai selera.
Kuliner Gempol Pleret ini umumnya dapat dijumpai di daerah lain di Jawa Tengah seperti di Semarang, namun yang membedakan Gempol Pleret yang ada di Solo ini ialah memiliki cita rasa yang autentik dan sederhana dengan bahan-bahan yang masih alami dari dulu hingga sekarang, perpaduan antara rasa gurih dan manis Gempol Pleret yang masih asli inilah yang menjadi alasan kenapa Gempol Pleret masih tetap memiliki hati di masyarakat hingga saat ini.
Konsistensi penjual hingga turun-temurun
(sumber foto : dokumen pribadi)
Meskipun tetap bisa dijumpai di beberapa tempat di wilayah Solo lainnya, namun Gempol Pleret ini tetap menjadi kuliner ikoniknya Pasar Gede, hal itu karena pusat jajanan tradisional yang sering dikunjungi wisatawan bertempat di sana. Terdapat banyak warung yang menjajakan kuliner satu ini, bahkan ada yang sudah berdiri sejak tahun 1970an dan terus dilestarikan oleh generasi berikutnya, sehingga keaslian dan rasanya yang autentik tetap terjaga hingga kini. Hal inilah yang menjadikan kuliner satu ini melegenda dan tetap diminati banyak masyarakat. Selain rasanya yang enak, harga dari Gempol Pleret ini juga cukup terjangkau, cukup membayar Rp 8.000 saja, pengunjung sudah dapat menikmati semangkuk Gempol Pleret di Pasar Gede. Biasanya para pedagang mulai berjualan dari pagi pukul 08.00 WIB hingga sore pukul 17.00 WIB.
Dari beberapa daya tarik di atas, membuktikan bahwa Gempol Pleret memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk daya tarik pada para pengunjung Pasar Gede, antara lain:
1. Peningkatan Minat Wisata Kuliner
Gempol Pleret dikenal sebagai sajian tradisional berbahan dasar tepung beras yang disajikan dengan kuah santan dan es batu. Rasanya yang manis dan menyegarkan menarik banyak wisatawan untuk mencoba hidangan khas ini, terutama di tengah cuaca Solo yang cenderung panas.
2. Penguatan Identitas Budaya Lokal
Makanan ini turut memperkenalkan budaya kuliner khas Jawa kepada wisatawan. Setiap kali wisatawan mencoba Gempol Pleret, mereka mendapatkan pengalaman otentik yang berhubungan langsung dengan budaya dan tradisi masyarakat Solo.
3. Dampak Ekonomi Positif bagi Pedagang
Kehadiran wisatawan yang tertarik mencicipi kuliner khas ini memberikan dampak positif bagi para pedagang lokal di Pasar Gede. Peningkatan jumlah pengunjung berdampak pada peningkatan pendapatan pedagang dan memberi kesempatan usaha bagi mereka untuk tetap bertahan dan berkembang.
4. Promosi Pariwisata Solo
Kuliner tradisional seperti Gempol Pleret menjadi ikon yang dapat mempromosikan Kota Solo sebagai destinasi wisata kuliner di Jawa Tengah. Hal ini membantu meningkatkan daya tarik pariwisata Solo secara keseluruhan, mengingat wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi wisata fisik, tetapi juga untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner lokal.
Dengan demikian, Gempol Pleret di Pasar Gede tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memainkan peran dalam pengembangan pariwisata, ekonomi lokal, dan pelestarian budaya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































