Jakarta, Indonesia – Dalam dunia organisasi kemahasiswaan, tidak banyak individu yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik, kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Namun, sosok Muhamad Agung Nugroho, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), berhasil membuktikan bahwa kesungguhan dan dedikasi dapat membawa perubahan besar baik di lingkungan kampus maupun di wilayah tempat tinggalnya.
Awal Perjalanan: Semangat Membawa Manfaat
Lahir di Depok pada 21 Juli 2003, Agung tumbuh sebagai pribadi yang dekat dengan dunia kesehatan dan pengabdian. Minatnya terhadap kesehatan masyarakat serta komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat mendorongnya aktif terlibat dalam organisasi sejak awal perkuliahan. Sikapnya yang visioner dan komunikatif membuatnya cepat dipercaya teman-teman mahasiswa.
Menjadi Ketua BPM FKG UPDM(B): Antara Aspirasi dan Tanggung Jawab

Perjalanan organisasi Agung mencapai puncaknya ketika ia terpilih sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKG UPDM(B) Periode 2025/2026. Di posisi ini, ia tidak sekadar menjalankan fungsi legislatif kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak transparansi, penguatan aspirasi mahasiswa, serta peningkatan kualitas tata kelola organisasi.
Di bawah kepemimpinannya, BPM melakukan banyak inovasi, mulai dari sistem aspirasi, kolaborasi antar-organisasi, hingga perluasan ruang dialog antara mahasiswa. Agung dikenal sebagai ketua yang tidak hanya mengarahkan, tetapi juga turun langsung dalam proses kerja, memastikan setiap kebijakan membawa dampak nyata.
Penerima Program Hibah PKM Kemendiksaintek: Prestasi yang Membanggakan

Salah satu pencapaian terbesar Agung adalah diterimanya ia sebagai penerima Program Hibah PKM Kemendiksaintek pada tahun 2025, sebuah program bergengsi yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendukung inovasi, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di kalangan mahasiswa.
Dalam Program ini tentunya Agung tidak sendiri, Diketuai oleh drg. Mutiara Rina, MPH. Serta dibersamai drg. Sarah Mersil, Sp. PM, drg. Lukas Kusparmanto, MARS, dan Anindya Syafara Mulyanto.
Melalui program ini, Agung membantu mengembangkan gagasan yang berfokus pada peningkatan layanan kesehatan gigi dan mulut berbasis teknologi serta edukasi masyarakat. Dalam programnya yang berjudul “Pemanfaatan Buku Saku Kader Posyandu Kesehatan Gigi Mulut Ibu Hamil Untuk Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Mendeteksi Penyakit Gigi Mulut di Posyandu Peruri Pisangan Ciputat Timur Tangerang Selatan”, Program tersebut berpotensi memberikan kontribusi nyata dalam dunia kesehatan gigi di Indonesia.
Mengemban Amanah sebagai Duta Kesehatan Kota Depok

Selain prestasi akademik dan organisasi, Agung juga dipercaya menjadi Duta Kesehatan Kota Depok. Peran ini mengharuskannya menjadi representasi generasi muda dalam menyuarakan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kesehatan mental, serta pencegahan penyakit di masyarakat.
Agung aktif turun ke lapangan memberikan penyuluhan kepada berbagai lapisan masyarakat, dari remaja hingga lansia. Dedikasinya mendapatkan apresiasi karena membawa semangat baru dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan di Kota Depok.
Menginspirasi Banyak Orang: Teladan bagi Mahasiswa dan Pemuda

Keberhasilan Agung membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkontribusi besar bagi masyarakat. Dengan memadukan kemampuan akademik, kepemimpinan, dan kepedulian sosial, ia menjadi teladan bagi mahasiswa FKG UPDM(B) dan pemuda Indonesia. Kisahnya mengajarkan bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Harapan ke Depan
Agung berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi di bidang kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut. Ia berharap pengalaman sebagai Ketua BPM, penerima Program Hibah PKM Kemendiksaintek, dan Duta Kesehatan dapat menjadi pijakan kuat dalam perjalanan karier dan pengabdian masyarakat ke depannya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































