Penggunaan pupuk kimia dalam pertanian selama bertahun-tahun telat memberikan dampak positif berupa peningkatan hasil panen secara cepat. Para petani cenderung bergantung pada pupuk kimia karena sifatnya yang praktis dan hasilnya terlihat dalam waktu singkat. Namun, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan bisa menimbulkan dampak yang justru merusak kesuburan tanah itu sendiri (Hafiz et al., 2018). Selain itu, harga pupuk kimia yang terus meningkat menjadi beban biaya bagi petani, ketergantungan ini juga berkontribusi pada pencemaran air dan tanah akibat residu bahan kimia. Salah satu upaya yang dilakukan petani tanpa menggunakan bahan-bahan kimia yang akan merusak lingkungan adalah dengan penggunaan pupuk organik.
Pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti sisa tanaman, kotoran hewan, bagian tubuh hewan, atau limbah organik lainnya. Bahan-bahan ini telah melalui proses rekayasa (misalnya pengomposan atau fermentasi) sehingga menjadi pupuk berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral, dan/atau mikroba yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah (Permentan No. 70/Permentan/ SR.140/10/2011). Menurut USEPA, pupuk organik merupakan kompos yang diaplikasikan ke tanaman sebagai sumber unsur hara (Funk, 2014), dan pada dasarnya pupuk organik tersebut mengandung unsur karbon serta unsur hara lainnya yang berkombinasi dengan karbon (Hartatik et al., 2015).
Adapun manfaat penggunaan pupuk organik sebagai berikut:
1. Meningkatkan kesuburan tanah
Pupuk organik menambah bahan organik yang meningkatkan kapasitas tukar kation, ketersediaan hara, dan keseimbangan unsur-unsur penting dalam tanah (Simanungkalit et al., 2006).
2. Memperbaiki sifat fisik tanah
Struktur tanah menjadi lebih remah, aerasi dan drainase membaik, serta kemampuan menahan air meningkat (Widyastuti dan Widodo, 2010).
3. Meningkatkan aktivitas organisme tanah
Mikroorganisme berkembang lebih baik karena pupuk organik menyediakan sumber energi dan nutrisi, sehingga mempercepat pembentukan humus dan siklus hara (Simanungkalit et al., 2006).
4. Meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan
Efek residu pupuk organik membantu mempertahankan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil tanaman dalam jangka panjang (Gulo et al., 2025).
5. Memperbaiki tanah terdegradasi dan ramah lingkungan
Pupuk organik memperbaiki tanah rusak, meningkatkan kapasitas infiltrasi, dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat pupuk kimia berlebih.
Penggunaan pupuk organik terbukti menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Berbeda dengan pupuk kimia yang cepat bereaksi namun berpotensi merusak tanah, pupuk organik memperbaiki kesuburan dan struktur tanah secara menyeluruh. Selain mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang mahal, pupuk organik juga menekan risiko pencemaran tanah dan air. Dengan manfaat tersebut, penerapan pupuk organik menjadi langkah strategis untuk pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Sumber :
Funk, R. C. 2014. Comparing organic and inorganic fertilizer.
Gulo, B. J., Zebua, B., Gea, E. S., Gea, I. H., dan Zebua, I. S. 2025. Pengaruh Bahan Organik, Pupuk dan Teknik Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan. Vol. 2(2): 237-242.
Hafiz, M., Wibowo, S. A., Purbaningsih, W., dan Sriyono, S. 2018. Penyuluhan Pembuatan Microorganisme Local bagi Warga Desa Brengkol g una Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia Pada Pertanian. Surya Abdimas. Vol. 2(2): 39-44.
Hartatik, W., Husnain, H., dan Widowati, L. R. 2015. Peranan Pupuk Organik Dalam Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan. Vol. 9(2): 140352.
Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/SR.140/10/2011 Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah
Simanungkalit, R. D. M., Suriadikarta, D. A., Saraswati, R., Setyorini, D., dan Hartatik, W. 2006. Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. Vol. 312.
Widyastuti, R., dan Widodo, S. 2010. Pemanfaatan Pupuk Organik untuk Memperbaiki Sifat Fisik dan Biologi Tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan. Vol. 4(1): 25–32.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































