TANGSEL –Bunda Literasi Kota Tangerang Selatan(Tangsel), Tini Indrayanthi Davnie menegaskan, komitmennya memperluas gerakan literasi melalui kolaborasi lintas elemen hingga tingkat kecamatan dan kelurahan pada tahun 2026.
Komitmen tersebut, disampaikan saat Festival Literasi sekaligus Pengukuhan Bunda Literasi Kota Tangerang Selatan.
Tini menegaskan, bahwa gelar Bunda Literasi bukan sekadar simbol, tetapi “amanah moral untuk menjadi teladan dan penggerak utama gerakan literasi di Tangsel.” kata Tini, saat pengukuhannya di Gedung Perpustakaan, Ciater, Serpong, pada Rabu 19 November 2025.
Titin menilai, literasi bukan hanya aktivitas membaca, melainkan kemampuan memahami dunia dan membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.
“Rumah harus menjadi sekolah pertama, orang tua sebagai guru pertama, dan buku sebagai jendela utama menuju pengetahuan,” ujarnya.
Karena itu, Titin mengajak, keluarga, sekolah, komunitas hingga pemerintah untuk menjadikan literasi sebagai gerakan hidup yang tumbuh dari lingkungan terkecil.
Titin berharap, Festival Literasi tahun ini memicu lebih banyak inovasi. “Penguatan ruang publik, perluasan akses membaca, serta kegiatan literasi di lingkungan masyarakat adalah langkah penting menciptakan ekosistem literasi yang merata di seluruh wilayah Tangsel,” tuturnya.
Lebih jauh, Tini memaparkan, rencana besar 2026 melalui Program Bina Wilayah Per Kecamatan. Program ini akan menggerakkan Dharma Wanita, Dekranasda, Bunda PAUD, Bunda GenRe, hingga pembina posyandu untuk turun langsung selama satu bulan di setiap kecamatan, lalu menjangkau kelurahan sesuai kebutuhan.
“Insya Allah, dalam satu tahun, tujuh kecamatan dapat kami sentuh secara meratavbaik di bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, hingga penanganan stunting. Yang penting bukan besarnya anggaran, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan bagi masyarakat,” tegasnya.
Di akhir acara, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan memberikan, dukungan penuh terhadap pengukuhan Bunda Literasi.
Pilar menilai, momentum ini menjadi energi baru untuk memperkuat budaya literasi di Tangsel.
“Ya hari ini saya membuka agenda festival literasi dan juga pengukuhan bunda literasi, alhamdulillah berjalan lancar. Di sini ada pameran buku juga ya. Ini merupakan sebuah semangat baru untuk Pemkot Tangsel,” ujarnya.
Pilar berharap, Bunda Literasi yang baru dikukuhkan mampu menggerakkan budaya membaca hingga ke unit terkecil.
“Bukan hanya saja tingkat kecamatan, kelurahan, ataupun sekolah. Tapi bagaimana budaya literasi itu bisa dibangun oleh seluruh pihak yang berkaitan dengan pendidikan anak, termasuk orang tua.” jelasnya.
Selain itu, Pilar menitipkan pesan kepada para pelajar di Tangerang Selatan. “Jangan bosan, jangan merasa cukup menimba ilmu, karena belajar itu tidak terbatas usia. Belajar itu tidak terbatas hanya bangku sekolah saja. Kalian sudah lulus pun tetap belajar, tetap menggali ilmu supaya lebih hebat, lebih berkembang, dan bermanfaat bagi masyarakat.” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































