Memasuki tahun 2026, komunitas literasi Venezia Membaca menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran dalam membangun budaya literasi masyarakat melalui program-program yang lebih terarah, inklusif, dan berdampak luas. Setelah memperoleh pengakuan resmi berupa Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Venezia Membaca memandang tahun 2026 sebagai momentum penting untuk naik ke tahap pengembangan yang lebih serius, baik dari sisi kelembagaan, kualitas program, maupun jangkauan layanan literasi.
Salah satu harapan utama yang ingin diwujudkan adalah hadirnya perpustakaan komunitas sebagai pusat kegiatan literasi yang dapat diakses secara rutin oleh masyarakat. Perpustakaan komunitas ini tidak hanya dirancang sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang belajar bersama, ruang diskusi, dan ruang aktivitas edukatif yang ramah bagi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Keberadaan ruang fisik yang tetap diharapkan dapat menjadi titik temu berbagai aktivitas literasi, sekaligus memperkuat keberlanjutan program yang selama ini masih bergantung pada ruang-ruang sementara.
Dalam aspek kegiatan, Venezia Membaca menargetkan agar pada hari-hari tertentu, khususnya hari Minggu, dapat dilaksanakan dua hingga tiga kegiatan literasi di lokasi yang berbeda dalam satu hari. Pola ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga di berbagai titik permukiman, sekaligus membuka kesempatan partisipasi yang lebih luas bagi relawan dan anggota komunitas. Dengan distribusi kegiatan yang merata, literasi tidak lagi terpusat pada satu lokasi, tetapi hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

Untuk mendukung perluasan aktivitas tersebut, Venezia Membaca juga menargetkan penguatan jumlah dan kapasitas anggota komunitas, dengan target minimal 30 anggota aktif yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Penambahan anggota tidak hanya dipandang sebagai peningkatan kuantitas, tetapi juga sebagai upaya membangun tim yang solid, terlatih, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu pendidikan dan literasi. Melalui pembagian peran yang lebih jelas dan sistem kerja yang lebih terstruktur, komunitas diharapkan mampu menjalankan program secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Dalam bidang layanan pendidikan dasar, Venezia Membaca menaruh perhatian besar pada rencana penyelenggaraan program belajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara gratis bagi anak-anak yang membutuhkan. Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak usia sekolah yang masih mengalami kesulitan literasi dasar, sekaligus sebagai bentuk kontribusi nyata komunitas dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di tingkat akar rumput. Pendekatan yang digunakan akan mengedepankan metode belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan sesuai dengan karakter anak, sehingga proses belajar tidak terasa sebagai beban, melainkan sebagai pengalaman yang menggembirakan.
Di tingkat kelembagaan, Venezia Membaca juga menargetkan agar dapat menjalin kolaborasi lintas sektor hingga tingkat Kabupaten Bogor. Kerja sama dengan pemerintah daerah, dinas terkait, sekolah, komunitas lain, serta lembaga swadaya masyarakat dipandang penting untuk memperluas dampak program dan memperkuat ekosistem literasi. Kolaborasi ini tidak hanya diharapkan dalam bentuk kegiatan bersama, tetapi juga dalam pertukaran sumber daya, pelatihan relawan, serta pengembangan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Perhatian terhadap kelompok usia juga menjadi fokus penting dalam agenda 2026. Venezia Membaca menargetkan agar dampak program tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga remaja, pemuda, dan masyarakat dewasa. Untuk kelompok remaja dan pemuda, program akan diarahkan pada penguatan literasi kritis, keterampilan hidup, diskusi isu sosial, serta ruang ekspresi melalui menulis dan berbicara di depan publik. Sementara bagi masyarakat dewasa, literasi dipahami sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran sosial, kemampuan mengakses informasi, serta partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam jangka menengah, Venezia Membaca juga memiliki harapan untuk dapat menerbitkan buku sebagai hasil karya kolektif komunitas. Buku tersebut dapat berupa kumpulan tulisan peserta, dokumentasi kegiatan, kisah inspiratif warga, maupun refleksi perjalanan gerakan literasi di tingkat kampung. Penerbitan buku tidak hanya dipandang sebagai produk akhir, tetapi sebagai proses pembelajaran menulis, berpikir sistematis, dan menyusun gagasan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Langkah ini sekaligus menjadi upaya membangun tradisi literasi yang tidak berhenti pada membaca, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjadi produsen pengetahuan.
Secara geografis, Venezia Membaca menargetkan agar jangkauan kegiatan dapat meluas ke seluruh kampung dan desa di wilayah Dayeuh, sehingga tidak ada wilayah yang tertinggal dari akses terhadap kegiatan literasi. Perluasan ini akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan relawan, dukungan masyarakat setempat, serta ketersediaan sarana pendukung. Pendekatan berbasis komunitas tetap menjadi prinsip utama, di mana setiap kegiatan dirancang melalui dialog dengan warga agar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Seluruh rencana dan harapan tersebut mencerminkan arah pengembangan Venezia Membaca yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kegiatan, tetapi pada kualitas dampak sosial yang dihasilkan. Literasi dipahami sebagai fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan karakter, serta tumbuhnya kesadaran kritis dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Oleh karena itu, setiap program yang dirancang diupayakan memiliki kesinambungan, relevansi, dan nilai edukatif yang kuat.
Menatap tahun 2026, Venezia Membaca menyadari bahwa seluruh target tersebut memerlukan kerja kolektif, dukungan masyarakat, serta kemitraan yang saling menguatkan. Namun dengan pengalaman yang telah dilalui, pengakuan kelembagaan yang telah diperoleh, serta semangat relawan yang terus terjaga, komunitas ini optimistis dapat melangkah lebih jauh dalam mewujudkan ruang belajar yang inklusif dan berkelanjutan. Tahun 2026 pun diharapkan menjadi fase penguatan peran Venezia Membaca sebagai penggerak literasi yang hadir nyata di tengah kehidupan masyarakat, dari tingkat kampung hingga jejaring yang lebih luas di wilayah Kabupaten Bogor.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































