Saat ini persaingan di dunia kerja semakin ketat, kemampuan akademik ternyata tidak lagi menjadi satu-satunya sebagai faktor penentu kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Menurut Haholongan et al. (2024), kemampuan soft skill seperti leadership kini menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa, seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan akan lulusan yang mampu memimpin, beradaptasi, dan berkolaborasi secara efektif di dunia kerja.
Hal ini terlihat dari meningkatnya fokus perusahaan pada kemampuan nonteknis dalam proses rekrutmen. Menurut Kustiandi dan Ferdiansyah (2025), banyak perusahansekarang yang menilai bahwa calon lulusan yang memiliki kemampuan memimpin, berkomunikasi dengan jelas, dan mampu mengambil keputusan dalam situasi sulit lebih siap menghadapi tantangan kerja dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan nilai akademik.
Leadership tidak selalu berkaitan dengan posisi sebagai ketua atau pemimpin formal saja. Lebih dari itu, leadership dipahami sebagai kemampuan mengelola diri, mengatur prioritas, dan membangun hubungan kerja yang sehat (Syamsyudin et al., 2025).Mahasiswa yang mampu memimpin dirinya sendiri biasanya lebih cepat beradaptasi dan mampu bekerja secara mandiri maupun kolaboratif.
Perguruan tinggi pun mulai memperkuat berbagai program pengembangan diri untuk menjawab kebutuhan ini. Kegiatan seperti organisasi kemahasiswaan, pelatihan manajemen diri, workshop public speaking, hingga proyek sosial kini dipandang sebagai ruang penting dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa.
Selain itu, pengalaman melalui program magang juga menjadi sarana efektif untuk melatih kemampuan mengambil keputusan dan menghadapi situasi nyata di lingkungan kerja. Banyak mahasiswa mengakui bahwa pengalaman tersebut membuat mereka lebih percaya diri ketika memasuki dunia kerja.
Dengan semakin ketatnya tuntutan dunia kerja, perguruan tinggi dan mahasiswa juga dituntut untuk bergerak seiringnya waktu. Bagi mahasiswa, kemampuan membangun soft skill leadership bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan agar mampu bersaing dan berkembang di lingkungan kerja. Di sisi lain, dukungan kampus melalui berbagai program pengembangan diri juga menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.Pada akhirnya, kemampuan memimpin termasuk memimpin diri sendiri menjadi bekal penting yang mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja dengan lebih siap dan percaya diri.
Sumber:
Haholongan, R., Yuliani, A. D., Fatih, M. I., Rahmadina, R., Herawati, P. A., dan Nugroho, M. A. 2024. Penyuluhan Kepada Mahasiswa STEI Mengenai Peningkatan Kesadaran Akan Pentingnya Penguasaan Soft Skill Bagi Generasi Z. Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. 4(3): 97-103.
Kustiandi, J., dan Ferdiansyah, R. A. 2025. Entrepreneurial Leadership: Mencetak Pemimpin Masa Depan melalui Pendidikan Ekonomi Inovatif. Purwokerto: CV Eureka Media Aksara.
Syamsuddin, S., Massiseng, A. N. A., dan Daris, L. 2025. Leadership dan Kepemimpinan. Makassar: Tohar Media.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































