Singaraja — Menempuh bangku kuliah bukan berarti membatasi diri hanya pada empat dinding ruang kelas. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Yohanes Don Bosko Rabha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang aktif menimba pengalaman di berbagai simpul organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Singaraja.
Pria yang akrab disapa Jhon Rabha ini lahir di Noelbaki, Kupang, 14 Mei 2006. Perjalanan akademisnya membentang dari Nusa Tenggara Timur hingga pulau Dewata. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di TK Santa Theresia Noelbaki dan SD Inpres Noelbaki, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kupang Tengah. Masa menengah atasnya dihabiskan di SMA Negeri 1 Aesesa, Nagekeo, sebelum akhirnya memutuskan merantau ke Bali pada tahun 2024.
Bagi Jhon, keputusan aktif berorganisasi di luar kampus merupakan bagian integral dari proses belajarnya sebagai mahasiswa kewarganegaraan.
“Teori tentang demokrasi, kepemimpinan, dan kebhinekaan yang kami pelajari di kelas akan terasa hampa jika tidak diuji di ruang publik. Organisasi adalah laboratorium nyata untuk melatih kepekaan sosial dan kepemimpinan kami,” ujar Jhon saat diwawancarai.
Menghidupkan Nilai Kewarganegaraan Lewat Aksi Nyata
Jejak pergerakan Jhon tercatat dalam berbagai wadah. Pada 10 Mei 2025, ia menjadi salah satu pendiri sekaligus dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Himpunan Mahasiswa Flores (HIMFLOR) Singaraja periode 2025–2026. Selain itu, ia juga menempuh proses kaderisasi di GMKI Singaraja dan mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris Bidang AKSPEL GAMKI Singaraja.
Mengenai perannya di HIMFLOR, Jhon menegaskan pentingnya wadah ini bagi mahasiswa daerah di perantauan.
“HIMFLOR bukan sekadar tempat berkumpulnya sesama mahasiswa Flores di Singaraja, tetapi menjadi ruang untuk merawat identitas budaya, memperkuat tali persaudaraan, dan saling mendukung agar tetap fokus mencapai tujuan akademik di tanah perantauan,” jelasnya.
Sebelumnya, Jhon sempat berada di kepengurusan KMK Undiksha periode 2025–2026, sebelum memutuskan mengundurkan diri secara baik-baik pada awal Januari 2026 untuk mengoptimalkan tanggung jawabnya di ruang pergerakan lain.
Merawat Waktu dan Konsistensi
Menjalani rutinitas semester lima yang padat sembari mengurus administrasi dan kegiatan organisasi tentu memberikan tantangan tersendiri. Namun, Jhon memandangnya sebagai proses pendewasaan diri.
“Tantangan terbesarnya tentu ada pada manajemen waktu dan energi. Namun di sinilah karakter kita dibentuk—bagaimana tetap bertanggung jawab pada tugas perkuliahan tanpa mengabaikan komitmen organisasi yang sudah diambil,” pungkas Jhon.
Melalui perjalanan yang masih terus bergulir di Singaraja, Jhon Rabha menunjukkan bahwa masa kuliah adalah momentum emas untuk belajar, membangun jejaring, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































