Gampong Pulo Iboih, Senin (16 Februari 2026) — Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Universitas Malikussaleh melalui Program Mahasiswa Berdampak bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an dan kitab kepada Dayah Misbahut Thalibin di Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pascabanjir yang menyebabkan sejumlah Al-Qur’an dan kitab pembelajaran di dayah tersebut rusak dan tidak dapat digunakan kembali. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu membantu kelancaran proses belajar mengajar para santri agar kembali berjalan optimal.
Tidak hanya fokus pada aspek pendidikan keagamaan, HIMAGRI Unimal juga melakukan diseminasi inovasi budidaya timun di lingkungan dayah. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa Fakultas Pertanian dalam mendukung kemandirian pangan dan ekonomi berbasis lingkungan pesantren.
Sebagai organisasi mahasiswa yang berada di bawah Fakultas Pertanian, HIMAGRI Unimal memandang bahwa pengembangan budidaya hortikultura seperti timun dapat menjadi peluang produktif bagi dayah, baik sebagai sarana pembelajaran praktik pertanian bagi santri maupun sebagai potensi tambahan sumber pangan dan ekonomi.
Ketua Dayah Misbahut Thalibin, Tgk. Asha’ri, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah, bantuan Al-Qur’an dan kitab ini sangat membantu santri kami untuk kembali belajar dengan baik. Ditambah lagi adanya pendampingan budidaya timun, ini menjadi pengalaman baru yang bermanfaat bagi para santri,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Setia Budi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian yang menyentuh dua aspek penting kehidupan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pemulihan pendidikan agama, tetapi juga membawa inovasi pertanian yang aplikatif. Budidaya timun ini adalah bagian dari diseminasi ilmu yang diharapkan dapat memberi manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa HIMAGRI Universitas Malikussaleh, Ginda, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara nilai spiritual dan produktivitas.
“Kami percaya bahwa ilmu agama dan ilmu pertanian bisa berjalan beriringan. Insyaallah, budidaya timun ini dapat menjadi langkah awal kemandirian dan pembelajaran praktik bagi santri di dayah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, HIMAGRI Universitas Malikussaleh berharap pemulihan pascabanjir di Gampong Pulo Iboih tidak hanya terbatas pada bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan keberlanjutan melalui pendidikan dan inovasi pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat dan santri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































